Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas KPK Resmi Surati Panglima TNI Terkait Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Kasus Korupsi Tinjauan Dua Tahun Program Bantuan Negara di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Komdis PSSI Sanksi Persija Jakarta: Denda Rp90 Juta dan Larangan Suporter Tandang

Teknologi & Sains

China Ciptakan Chip Kuantum 1.000 Triliun Kali Lebih Cepat dari Superkomputer Terkuat Dunia

badge-check


					China Ciptakan Chip Kuantum 1.000 Triliun Kali Lebih Cepat dari Superkomputer Terkuat Dunia Perbesar

GlobalSiar.com, Jakarta – China kembali mengguncang dunia teknologi. Pasalnya, negara ini memperkenalkan “Zuchongzhi-3”. Prototipe tersebut merupakan prosesor komputer kuantum terbaru.

Klaim Kecepatan yang Mencengangkan

China mengklaim chip ini sangat cepat. Bahkan, kecepatannya mencapai 1.000 triliun kali lipat. Angka itu dibandingkan dengan superkomputer terkuat saat ini, yaitu El Capitan.

Lantas, apa itu El Capitan? Superkomputer ini ditempatkan di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, California, AS. Kecepatan puncaknya mencapai 1.742 exaFLOPS. Dengan kata lain, ia melakukan 1.742 triliun triliun operasi per detik.

Perbandingan dengan El Capitan dan Google Sycamore

Namun, Zuchongzhi-3 jauh lebih unggul. Selain itu, chip ini menyelesaikan tugas yang sama dalam waktu singkat. Faktor percepatannya mencapai 1.000 triliun kali. Hasilnya, perbedaan performa sangat drastis.

China tidak berhenti di situ. Selanjutnya, tim peneliti juga membandingkan chip ini dengan Google Sycamore. Ternyata, Zuchongzhi-3 satu juta kali lebih cepat.

Memahami Konsep Quantum Supremacy

Sebagai catatan, Google mendeklarasikan “quantum supremacy” pada 2019. Saat itu, Sycamore, prosesor 53-qubit milik Google, menyelesaikan tugas sampling sirkuit acak dalam 200 detik. Sebaliknya, superkomputer terbaik saat itu membutuhkan 10.000 tahun untuk tugas yang sama.

Kini, Zuchongzhi-3 hadir dengan 105 qubit. Oleh karena itu, tim peneliti China mengklaim pencapaian ini sebagai tonggak baru supremasi kuantum.

Tim Peneliti di Balik Zuchongzhi-3

Lalu, siapa di balik proyek ini? Tiga peneliti utama memimpin pengembangan. Mereka adalah Pan Jianwei, Zhu Xiaobo, dan Peng Chengzhi. Mereka berasal dari University of Science and Technology of China (USTC).

Selain itu, beberapa institusi lain juga terlibat. Di antaranya Shanghai Research Center for Quantum Sciences dan Henan Key Laboratory of Quantum Information. Chinese Academy of Sciences melalui Institute of Theoretical Physics ikut mendukung.

Publikasi di Jurnal Physical Review Letters

Hasil riset ini telah terbit di jurnal bergengsi. Lebih tepatnya, Physical Review Letters (PRL) mempublikasikan temuan tersebut. PRL diterbitkan oleh American Physical Society. Dengan demikian, publikasi di jurnal ini menandakan pengakuan dari komunitas fisika global.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Akhirnya, dunia kini menanti langkah selanjutnya. Akankah klaim spektakuler ini terbukti? Mampukah China mengkomersialkan teknologi ini? Kesimpulannya, perlombaan kuantum antara China dan AS memasuki babak baru.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

21 Oktober 2026 - 18:39 WIB

KPK Resmi Surati Panglima TNI Terkait Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Kasus Korupsi

21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tinjauan Dua Tahun Program Bantuan Negara di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Trending di Headline