GlobalSiar.com – Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Kukar, Kalimantan Timur, terbongkar dari hal sederhana: candaan anak-anak. Awalnya tidak ada yang curiga. Namun, percakapan ringan di antara mereka membuat seorang warga mulai gelisah.
Belakangan, satu per satu anak berani buka suara kepada keluarga. Hingga Senin (8/6/2026), polisi sudah memeriksa sedikitnya 11 anak sebagai korban.
Peristiwa di TPQ, Pelaku Suami Guru Ngaji
Agus Salim Abahan (51), salah satu ayah korban, mengaku baru tahu anaknya menjadi korban pada awal Mei 2026. Padahal, peristiwa itu diduga terjadi pada akhir November hingga Desember 2025. Lokasinya di tempat pengajian atau TPQ di Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut.
“Itu kejadian di tempat pengajiannya dia. Dia dilecehkan sama suami guru ngajinya,” kata Agus.
Awal Mula Terungkap dari Ibu Kantin
Agus menceritakan awal mula kasus ini mencuat. Seorang ibu kantin di sekitar lokasi mengaji berbincang dengan korban. Ibu tersebut berniat memasukkan anaknya ke TPQ yang sama. Namun, jawaban korban membuatnya curiga.
Informasi itu akhirnya sampai ke keluarga. Setelah didesak dan diyakinkan, korban mulai menceritakan pengalamannya.
Korban Dipanggil, Diajak ke Kamar, Lalu Berontak
Korban mengaku awalnya dipanggil pelaku. Alasannya, meminta bantuan. Namun, setelah korban mendatangi, ia diduga dibawa masuk ke dalam rumah hingga ke sebuah kamar.
“Mau dibawa ke dalam kamar dia berontak, tapi namanya anak-anak dipegang erat. Langsung dimasukkan ke kamar,” ujar Agus.
Keluhan Fisik Setelah Kejadian
Agus mengatakan keluarga mulai menyadari perubahan pada anaknya setelah kejadian. Korban kerap mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil maupun ketika jongkok. Namun, saat itu keluarga tidak mengetahui penyebabnya.
“Dia ngeluh, ‘Pak, saya kalau jongkok sakit, kalau kencing sakit’,” kata Agus.
Polisi kini masih mendalami kasus ini. Para korban terus dimintai keterangan. Pelaku diduga kuat suami guru ngaji di TPQ setempat.










