981GlobalSiar.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi identitas korban penusukan di Jepang. WNI berinisial SR yang tewas tersebut ternyata seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Insiden berdarah ini terjadi di Kota Chitose, Hokkaido.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa KBRI Tokyo sudah berkomunikasi dengan kepolisian setempat. “KBRI Tokyo telah berkomunikasi dengan Kepolisian Chitose dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas korban selaku PMI,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (7/6/2026).
Korban Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Namun Meninggal
Yvonne mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Selain korban, insiden ini juga melukai seorang polisi Jepang dan satu WNI lainnya.
Pelaku penusukan adalah sesama WNI berinisial MALA. Polisi Chitose sudah menangkap dan menahan pelaku.
Insiden Terjadi Kamis Malam, Pelaku dan Korban Saling Kenal19
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Lokasinya di kawasan permukiman, sekitar 1,8 kilometer barat laut Stasiun JR Chitose.
Pelaku bernama MA, seorang pekerja paruh waktu berusia 27 tahun. Ia tinggal di Prefektur Chiba. Sementara korban, SR (21), tinggal di Fuji 3-chome, Chitose. Korban mengalami beberapa luka tusukan di bagian perut.
Pihak kepolisian setempat mengungkapkan bahwa pelaku dan korban saling mengenal.
Mengaku Niat Membunuh, Polisi Sita Dua Pisau Dapur
Pelaku secara terbuka mengakui perbuatannya. “Saya menikamnya dengan niat untuk membunuh,” ujar pelaku kepada penyidik, dikutip dari Asahi Shimbun, Jumat (5/6/2026).
Polisi mengamankan barang bukti berupa dua bilah pisau dapur di tempat kejadian. Berdasarkan pengakuan dan bukti tersebut, polisi kini mempertimbangkan peningkatan dakwaan. Kasus ini bisa naik menjadi pembunuhan berencana.
Kemlu Pantau Pemulangan Jenazah
Yvonne memastikan Kemlu akan terus memantau perkembangan kasus. “Kementerian Luar Negeri c.q. KBRI Tokyo dan Dit. PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh Kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia,” ucapnya.










