Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas KPK Resmi Surati Panglima TNI Terkait Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Kasus Korupsi Tinjauan Dua Tahun Program Bantuan Negara di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Komdis PSSI Sanksi Persija Jakarta: Denda Rp90 Juta dan Larangan Suporter Tandang Dikembangkan Kreator Asal Wonogiri, Slendro AI Tawarkan Ratusan Fitur untuk Produksi Konten Digital

Headline

Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status

badge-check


					Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status Perbesar

GlobalSiar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Peringatan dicabut pada pukul 11.15 Wita, Senin (8/6/2026).

Peringatan tsunami sempat menyusul gempa bumi dahsyat. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada pukul 06.37 WIB. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan potensi tsunami yang menjalar ke sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Berau.

Tsunami Kecil Sempat Terpantau di Biduk-biduk

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengungkapkan fakta menarik. Warga di Kecamatan Biduk-biduk sempat melaporkan adanya kenaikan muka air laut. Fenomena ini terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.

“Dari informasi masyarakat ada video kejadian tsunami di Biduk-biduk. Tingginya diperkirakan di bawah 30 sentimeter, sekitar 20 sentimeter,” kata Ade kepada Kompas.com.

Namun, kenaikan air laut ini tidak disertai getaran. Warga tidak merasakan guncangan. Aktivitas masyarakat pun tidak terganggu.

“Tidak ada getaran yang dirasakan warga saat kejadian tersebut,” ujarnya.

Status Peringatan Dicabut, Kondisi Tetap Terkendali

BMKG pusat kemudian mengevaluasi situasi. Karena tidak ditemukan dampak signifikan, status peringatan dini pun diakhiri. Berau dan seluruh wilayah terdampak lain kini aman.

“Jam 11.15 Wita sudah ada pengakhiran peringatan dini tsunami. Kita mengikuti arahan dari pusat,” kata Ade.

Dengan berakhirnya peringatan, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka sebelumnya diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

BMKG Imbau Pantau Informasi Resmi

Meski peringatan sudah dicabut, Ade mengimbau masyarakat tetap waspada. Selalu pantau informasi resmi dari BMKG jika terjadi gempa atau potensi bencana lain.

“Informasi bisa diakses melalui berbagai kanal yang kami sampaikan, baik media sosial maupun saluran informasi resmi lainnya,” katanya.

Gempa magnitudo 7,7 di Filipina sempat memicu kekhawatiran. Namun, tsunami yang terjadi hanya skala kecil (sekitar 20 cm) dan tidak merusak. Masyarakat Berau kini bisa bernapas lega.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

21 Oktober 2026 - 18:39 WIB

KPK Resmi Surati Panglima TNI Terkait Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Kasus Korupsi

21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tinjauan Dua Tahun Program Bantuan Negara di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Komdis PSSI Sanksi Persija Jakarta: Denda Rp90 Juta dan Larangan Suporter Tandang

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di Headline