Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Bos Hanania Disebut Minta Tolong ke Kemenag saat Ratusan Jamaah Umrah Terjebak Perang Timur Tengah

badge-check


					Bos Hanania Disebut Minta Tolong ke Kemenag saat Ratusan Jamaah Umrah Terjebak Perang Timur Tengah Perbesar

Firma hukum Persia & Co menyatakan mengakhiri hubungan profesional sebagai tim pendamping hukum korporasi bagi PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Travel dalam sebuah konferensi pers di kawasan BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/6/2026) malam.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Tangerang, GlobalSiar.com – Sebuah fakta baru terungkap dari kasus travel umrah bermasalah PT Hanania Duta Wisata (Hanania Travel). Mantan tim legal perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa bos Hanania, Ahmad Syah Farhan, sempat meminta bantuan kepada Kementerian Agama (Kemenag) ketika ratusan jamaahnya terdampak konflik perang di Timur Tengah.

Managing Partner dari firma hukum Persia & Co, Marissya Icha, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (2/6/2026).

Marissya menjelaskan, informasi itu didapatnya langsung dari sang pemilik perusahaan ketika mendampingi Hanania sebagai tim legal. Saat itu, Farhan sedang kelabapan menanggung biaya operasional jamaah di tengah situasi perang yang tak terduga.

“Waktu itu, owner sempat mem-posting dan nge-tag Emirates, Kemenag untuk minta bantuan, ‘ini gimana nih kok kita yang harus bertanggung jawab semua? Duit dari mana?’,” ujar Marissya menirukan pernyataan bos Hanania.

Beban Miliaran Rupiah untuk 800 Jamaah

Menurut pengakuan Farhan yang disampaikan Marissya, jumlah jamaah yang terdampak saat itu mencapai sekitar 800 orang. Mereka harus tetap mendapatkan pelayanan selama berada di Arab Saudi di tengah kondisi perang, sementara biaya yang harus ditanggung perusahaan membengkak hingga miliaran rupiah.

Marissya menilai beban tersebut sangat berat bagi perusahaan travel yang margin keuntungannya tipis.

“Keuntungan dari travel itu kan sangatlah tipis. Kalau dia harus bertanggung jawab 11 hari dengan jamaah yang katanya 800 orang, itu cukup besar,” tambahnya.

Persia & Co: Bukan Kuasa Hukum untuk Kasus Pidana

Marissya menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut merupakan penjelasan dari pemilik Hanania selama masa pendampingan hukum mereka. Ia tidak mengetahui secara langsung kondisi riil keuangan perusahaan maupun fakta-fakta yang kini tengah didalami aparat penegak hukum.

“Itu yang saya ketahui, yang katanya seperti itu. Makanya saya sampaikan apa adanya dari owner aja,” ucapnya.

Lebih lanjut, Persia & Co mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengakhiri hubungan profesional sebagai tim legal Hanania Travel. Kerja sama tersebut berlangsung sejak 15 Maret hingga 25 Mei 2026.

“Perlu kami tegaskan bahwa Persia & Co secara resmi telah menarik diri dan mengakhiri hubungan profesional sebagai tim legal Hanania,” tegas Marissya.

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap menghormati prinsip kerahasiaan klien. Persia & Co juga menegaskan tidak menangani laporan polisi maupun proses hukum yang saat ini sedang berjalan terkait Hanania Travel.

Latar Belakang Kasus

Hanania Travel belakangan menjadi sorotan publik setelah sejumlah jamaah melaporkan dugaan penipuan dan pengelolaan dana umrah yang bermasalah. Ratusan jamaah disebut gagal diberangkatkan atau terlantar di Arab Saudi.

Keterangan terbaru dari mantan tim legal ini menjadi potret baru tentang bagaimana pemilik travel sempat berupaya mencari jalan keluar, termasuk meminta intervensi Kemenag, di tengah tekanan biaya perang yang dianggapnya di luar kendali.

Publik kini menunggu langlanjut dari Kemenag terkait adanya permintaan bantuan tersebut serta perkembangan penyelidikan aparat hukum terhadap Hanania Travel.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis