Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Regional

20.534 Anak di Lampung Putus Sekolah, Disdikbud: Bukan Kurang Gedung, Ini Penyebab Utamanya

badge-check


					20.534 Anak di Lampung Putus Sekolah, Disdikbud: Bukan Kurang Gedung, Ini Penyebab Utamanya Perbesar

GlobalSiar.com – Data mengejutkan berasal dari Provinsi Lampung. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat 20.534 anak putus sekolah. Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) melakukan verifikasi resmi atas angka ini.

Paling Banyak di Tingkat SMP

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, memaparkan rincian data tersebut. SD menyumbang 5.081 anak putus sekolah. SMP mencatat angka tertinggi, yakni 10.531 siswa. Kemudian, 4.742 siswa lainnya putus sekolah di tingkat SMA. Artinya, anak usia remaja menjadi kelompok paling rentan.

Bukan Persoalan Infrastruktur

Masyarakat mungkin menduga minimnya gedung sekolah jadi penyebab. Namun, Thomas menepis anggapan itu. Kapasitas sekolah negeri dan swasta di Lampung masih sangat mencukupi. Bahkan, banyak sekolah swasta justru kesulitan mendapatkan murid.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Ekonomi dan Lingkungan Jadi Biang Kerok

Tim Disdikbud melakukan evaluasi lapangan. Mereka menemukan faktor nonteknis sebagai akar masalah. Kondisi ekonomi keluarga menjadi pemicu utama. Budaya setempat juga ikut berperan. Selain itu, kenakalan remaja dan pengaruh lingkungan sekitar memperparah situasi.

Thomas menjelaskan, anak-anak ini sebenarnya memiliki akses ke sekolah. Gedung-gedung tersedia, para guru siap mengajar. Namun, tekanan dari luar memaksa mereka berhenti sekolah.

Langkah Disdikbud Menekan Angka Putus Sekolah

Disdikbud Lampung tidak tinggal diam. Mereka kini menyusun strategi intervensi lintas sektor. Mereka melibatkan dinas sosial, tenaga kerja, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini penting karena satu instansi saja tidak dapat menyelesaikan masalah putus sekolah.

Pemerintah daerah juga berencana memperkuat program bantuan pendidikan. Mereka memperluas beasiswa untuk anak tidak mampu. Mereka menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan, terutama di wilayah dengan angka putus sekolah tinggi.

Thomas berharap langkah-langkah ini bisa menekan angka 20.534 tersebut. Sebab, masa depan puluhan ribu anak Lampung membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis