Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Regional

20.534 Anak di Lampung Putus Sekolah, Disdikbud: Bukan Kurang Gedung, Ini Penyebab Utamanya

badge-check


					20.534 Anak di Lampung Putus Sekolah, Disdikbud: Bukan Kurang Gedung, Ini Penyebab Utamanya Perbesar

GlobalSiar.com – Data mengejutkan berasal dari Provinsi Lampung. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat 20.534 anak putus sekolah. Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) melakukan verifikasi resmi atas angka ini.

Paling Banyak di Tingkat SMP

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, memaparkan rincian data tersebut. SD menyumbang 5.081 anak putus sekolah. SMP mencatat angka tertinggi, yakni 10.531 siswa. Kemudian, 4.742 siswa lainnya putus sekolah di tingkat SMA. Artinya, anak usia remaja menjadi kelompok paling rentan.

Bukan Persoalan Infrastruktur

Masyarakat mungkin menduga minimnya gedung sekolah jadi penyebab. Namun, Thomas menepis anggapan itu. Kapasitas sekolah negeri dan swasta di Lampung masih sangat mencukupi. Bahkan, banyak sekolah swasta justru kesulitan mendapatkan murid.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Ekonomi dan Lingkungan Jadi Biang Kerok

Tim Disdikbud melakukan evaluasi lapangan. Mereka menemukan faktor nonteknis sebagai akar masalah. Kondisi ekonomi keluarga menjadi pemicu utama. Budaya setempat juga ikut berperan. Selain itu, kenakalan remaja dan pengaruh lingkungan sekitar memperparah situasi.

Thomas menjelaskan, anak-anak ini sebenarnya memiliki akses ke sekolah. Gedung-gedung tersedia, para guru siap mengajar. Namun, tekanan dari luar memaksa mereka berhenti sekolah.

Langkah Disdikbud Menekan Angka Putus Sekolah

Disdikbud Lampung tidak tinggal diam. Mereka kini menyusun strategi intervensi lintas sektor. Mereka melibatkan dinas sosial, tenaga kerja, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini penting karena satu instansi saja tidak dapat menyelesaikan masalah putus sekolah.

Pemerintah daerah juga berencana memperkuat program bantuan pendidikan. Mereka memperluas beasiswa untuk anak tidak mampu. Mereka menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan, terutama di wilayah dengan angka putus sekolah tinggi.

Thomas berharap langkah-langkah ini bisa menekan angka 20.534 tersebut. Sebab, masa depan puluhan ribu anak Lampung membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline