Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa Gagal Diselundupkan! 544 Kg Merkuri Disamarkan Jadi Onderdil, Kerugian Negara Rp 1,5 M Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status Menkeu Buka Suara: PPh Final UMKM 0,5 Persen Tetap untuk Usaha Kecil, yang Kaya Jangan Ikut-ikutan Hoaks atau Fakta? Kejati Jabar Pastikan Wabup Indramayu Belum Jadi Tersangka, Kasih Masih Penyidikan

Regional

20.534 Anak di Lampung Putus Sekolah, Disdikbud: Bukan Kurang Gedung, Ini Penyebab Utamanya

badge-check


					20.534 Anak di Lampung Putus Sekolah, Disdikbud: Bukan Kurang Gedung, Ini Penyebab Utamanya Perbesar

GlobalSiar.com – Data mengejutkan berasal dari Provinsi Lampung. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat 20.534 anak putus sekolah. Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) melakukan verifikasi resmi atas angka ini.

Paling Banyak di Tingkat SMP

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, memaparkan rincian data tersebut. SD menyumbang 5.081 anak putus sekolah. SMP mencatat angka tertinggi, yakni 10.531 siswa. Kemudian, 4.742 siswa lainnya putus sekolah di tingkat SMA. Artinya, anak usia remaja menjadi kelompok paling rentan.

Bukan Persoalan Infrastruktur

Masyarakat mungkin menduga minimnya gedung sekolah jadi penyebab. Namun, Thomas menepis anggapan itu. Kapasitas sekolah negeri dan swasta di Lampung masih sangat mencukupi. Bahkan, banyak sekolah swasta justru kesulitan mendapatkan murid.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Ekonomi dan Lingkungan Jadi Biang Kerok

Tim Disdikbud melakukan evaluasi lapangan. Mereka menemukan faktor nonteknis sebagai akar masalah. Kondisi ekonomi keluarga menjadi pemicu utama. Budaya setempat juga ikut berperan. Selain itu, kenakalan remaja dan pengaruh lingkungan sekitar memperparah situasi.

Thomas menjelaskan, anak-anak ini sebenarnya memiliki akses ke sekolah. Gedung-gedung tersedia, para guru siap mengajar. Namun, tekanan dari luar memaksa mereka berhenti sekolah.

Langkah Disdikbud Menekan Angka Putus Sekolah

Disdikbud Lampung tidak tinggal diam. Mereka kini menyusun strategi intervensi lintas sektor. Mereka melibatkan dinas sosial, tenaga kerja, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini penting karena satu instansi saja tidak dapat menyelesaikan masalah putus sekolah.

Pemerintah daerah juga berencana memperkuat program bantuan pendidikan. Mereka memperluas beasiswa untuk anak tidak mampu. Mereka menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan, terutama di wilayah dengan angka putus sekolah tinggi.

Thomas berharap langkah-langkah ini bisa menekan angka 20.534 tersebut. Sebab, masa depan puluhan ribu anak Lampung membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa

8 Juni 2026 - 13:03 WIB

Ilustrasi tempat mengaji atau TPQ di Desa Perdana, Kukar, Kalimantan Timur, tempat dugaan pelecehan seksual terhadap 11 anak terjadi

Gagal Diselundupkan! 544 Kg Merkuri Disamarkan Jadi Onderdil, Kerugian Negara Rp 1,5 M

8 Juni 2026 - 12:59 WIB

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menunjukkan barang bukti 42 jeriken berisi merkuri hasil penyelundupan di Pelabuhan Tanjung Priok

Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus

8 Juni 2026 - 12:51 WIB

Petugas Dinas Lingkungan Hidup membersihkan tumpukan sampah di Muara Angke, Jakarta Utara, yang masih tersisa meskipun sudah mengecil

Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status

8 Juni 2026 - 12:21 WIB

Ilustrasi peringatan tsunami di pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang dicabut BMKG setelah tsunami kecil setinggi 20 cm terpantau di Biduk-biduk

Menkeu Buka Suara: PPh Final UMKM 0,5 Persen Tetap untuk Usaha Kecil, yang Kaya Jangan Ikut-ikutan

8 Juni 2026 - 11:59 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa menjelaskan kebijakan PPh final UMKM 0,5 persen bukan untuk menekan UMKM
Trending di Ekonomi & Bisnis