Pendapatan Sido Muncul Turun 19 Persen di Q1 2026, tapi Tolak Angin Still Menguasai 72 Persen Pasar

Jakarta, GlobalSiar.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan kinerja yang terbilang kontras pada tiga bulan pertama 2026. Di satu sisi, pendapatan perseroan merosot 19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun di sisi lain, produk unggulannya, Tolak Angin, masih perkasa dengan pangsa pasar hingga 72 persen.
Berdasarkan laporan keuangan triwulan I 2026, pendapatan Sido Muncul tercatat sebesar Rp 640,5 miliar, turun dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 789,1 miliar.
Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, menjelaskan bahwa penurunan tersebut bukan disebabkan oleh lesunya permintaan konsumen. Melainkan akibat kebijakan internal perusahaan yang melakukan penyesuaian persediaan (inventory adjustment) di tingkat distributor.
“Penurunan bukan karena permintaan turun, melainkan kami melakukan inventory adjustment. Permintaan pasar di tingkat ritel tetap stabil, bahkan meningkat di sejumlah wilayah,” tegas Irwan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/5/2026).
Ada Apa di Balik Penyesuaian Persediaan?
Irwan mengungkapkan, distributor sebelumnya melakukan pembelian besar-besaran di akhir 2025 dengan harga lama untuk mendapatkan insentif. Akibatnya, terjadi penumpukan stok yang berpotensi merusak harga pasar karena distributor menjual produk di bawah harga resmi.
Kebijakan inventory adjustment diambil sebagai langkah korektif. Manajemen memperkirakan proses normalisasi akan selesai seiring pulihnya stok distributor ke level ideal.
Tolak Angin dan Kuku Bima: Penguasa Pasar
Meski pendapatan korporasi turun, dominasi pasar produk-produk Sido Muncul tidak tergoyahkan. Berdasarkan data Nielsen, berikut pangsa pasar produk unggulan Sido Muncul:
| Produk | Kategori | Pangsa Pasar |
|---|---|---|
| Tolak Angin | Obat herbal masuk angin | 72% |
| Kuku Bima | Minuman energi | 51% |
| Esemag, Tolak Linu, dll | Herbal lainnya | Market leader |
Irwan menegaskan bahwa permintaan di tingkat ritel (konsumen akhir) justru stabil bahkan meningkat di Pulau Jawa dan Sumatera. Fundamental bisnis dinilai tetap kuat.
6 Langkah Strategis di Usia ke-75
Bertepatan dengan HUT ke-75 pada November 2026, Sido Muncul menyiapkan enam jurus untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang:
- Meluncurkan SidoHerbalPedia – platform edukasi herbal berbasis riset dan uji klinis.
- Riset hulu – meningkatkan kualitas tanaman rempah sebagai bahan baku.
- Riset tanaman obat – untuk penyakit seperti kanker, diabetes, dan imunitas.
- Uji praklinis – memperkuat validasi ilmiah produk eksisting.
- Ekspansi pasar mainstream – menargetkan Arab Saudi dan China (bukan lagi pasar sekunder/toko Indonesia).
- Efisiensi biaya – melalui optimalisasi produksi, kemasan, dan rantai pasok.
Ekspansi ke Timur Tengah dan China
Irwan menyampaikan target ambisius: “Kami akan mendaftarkan produk di Arab Saudi untuk masuk pasar mainstream. Kalau bisa, kami juga akan masuk ke China.”
Langkah ini penting karena selama ini produk Sido Muncul di luar negeri masih banyak beredar di pasar sekunder atau toko-toko Indonesia. Dengan masuk ke pasar mainstream, perusahaan menargetkan lonjakan penjualan ekspor.
Dampak Kurs Terbatas, 90 Persen Bahan Baku Lokal
Salah satu kekuatan Sido Muncul adalah struktur biaya yang didominasi bahan baku lokal. Hanya sekitar 5-6 persen bahan baku yang diimpor, dan kemasan plastik yang terdampak fluktuasi kurs hanya berkontribusi 5-7 persen dari total biaya produksi.
“Kami bukan pabrik farmasi yang 100 persen impor. Bahan baku kami 90 persen lokal, jadi dampak kurs tidak terlalu besar,” jelas Irwan.
Outlook 2026: Optimistis Ditopang 3 Faktor
Irwan optimistis terhadap prospek industri herbal dan kinerja Sido Muncul sepanjang 2026, ditopang oleh:
- Permintaan pasar yang tetap kuat di tingkat konsumen.
- Posisi merek yang dominan di berbagai kategori.
- Penguatan inovasi dan ekspansi pasar.
Meski ada tantangan seperti daya beli masyarakat yang selektif dan kenaikan biaya logistik, manajemen yakin strategi yang tepat akan menjaga profitabilitas.

