Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa Gagal Diselundupkan! 544 Kg Merkuri Disamarkan Jadi Onderdil, Kerugian Negara Rp 1,5 M Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status Menkeu Buka Suara: PPh Final UMKM 0,5 Persen Tetap untuk Usaha Kecil, yang Kaya Jangan Ikut-ikutan Hoaks atau Fakta? Kejati Jabar Pastikan Wabup Indramayu Belum Jadi Tersangka, Kasih Masih Penyidikan

Ekonomi & Bisnis

Hanif Faisol: Kita Tidak Ikhlas! Hampir 80 Persen Susu RI Impor, Peternak Lokal Terkendala Lahan

badge-check


					Hanif Faisol: Kita Tidak Ikhlas! Hampir 80 Persen Susu RI Impor, Peternak Lokal Terkendala Lahan Perbesar

GlobalSiar.com – Indonesia masih sangat bergantung pada impor susu sapi. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, mengungkapkan fakta mengejutkan. Hampir 80 persen kebutuhan susu nasional dipasok dari luar negeri.

“Kita tentu tidak ikhlas ya dengan kebutuhan susu yang demikian besarnya hampir 80 persen dipenuhi dari impor,” ujar Hanif usai meninjau peternakan sapi perah di kawasan Cisarua, Puncak Bogor, Minggu (7/6/2026).

Konsumsi Susu Nasional Jauh dari Standar FAO

Hanif membeberkan data yang lebih memprihatinkan. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) merekomendasikan konsumsi susu ideal mencapai 30 kilogram per kapita per tahun. Namun, konsumsi masyarakat Indonesia baru berkisar 16,2 hingga 16,8 kilogram per kapita per tahun.

Artinya, konsumsi susu nasional masih di bawah standar. Ironisnya, untuk memenuhi angka yang rendah itu pun, 80 persennya harus diimpor.

“Untuk memenuhi itu saja, 80 persennya masih impor, apalagi untuk memenuhi 30 kilogram per tahun per kapita,” tegas Hanif.

Persoalan Mendasar Industri Susu Dalam Negeri

Mengapa produksi susu lokal tidak bisa mencukupi? Hanif mengidentifikasi sejumlah persoalan mendasar. Pertama, keterbatasan lahan untuk peternakan. Kedua, ketersediaan pakan dan konsentrat yang belum memadai. Ketiga, disparitas harga antara peternak dan koperasi.

“Kurangnya ketersediaan lahan, kurangnya ketersediaan pangan buat tanaman, ketersediaan konsentrat pakan, kemudian adanya disparitas antara harga di petani dengan di koperasi,” paparnya.

Semua persoalan ini harus diselesaikan bersama oleh kementerian terkait.

Cisarua: Sentra Susu yang Hendak Dihidupkan Kembali

Hanif menyebut kawasan Cisarua sebagai bahan pembelajaran. Pemerintah ingin mengembalikan citra Cisarua sebagai sentra produksi susu nasional.

Sebagai langkah awal, Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan menggelar rapat koordinasi. Rapat ini melibatkan kementerian terkait, akademisi, dan tokoh peternak di wilayah tersebut.

“Saya akan mengundang rapat koordinasi dengan level eselon I dengan tokoh-tokoh di sini, dengan akademisi, untuk kemudian mengkonstruksikan permasalahan yang ada di Cisarua ini,” ujar Hanif.

“Harapan kami tentu kita ingin sekali mengembalikan brand Cisarua ini sebagai salah satu sentral susu nasional,” pungkas mantan menteri lingkungan hidup ini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa

8 Juni 2026 - 13:03 WIB

Ilustrasi tempat mengaji atau TPQ di Desa Perdana, Kukar, Kalimantan Timur, tempat dugaan pelecehan seksual terhadap 11 anak terjadi

Gagal Diselundupkan! 544 Kg Merkuri Disamarkan Jadi Onderdil, Kerugian Negara Rp 1,5 M

8 Juni 2026 - 12:59 WIB

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menunjukkan barang bukti 42 jeriken berisi merkuri hasil penyelundupan di Pelabuhan Tanjung Priok

Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus

8 Juni 2026 - 12:51 WIB

Petugas Dinas Lingkungan Hidup membersihkan tumpukan sampah di Muara Angke, Jakarta Utara, yang masih tersisa meskipun sudah mengecil

Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status

8 Juni 2026 - 12:21 WIB

Ilustrasi peringatan tsunami di pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang dicabut BMKG setelah tsunami kecil setinggi 20 cm terpantau di Biduk-biduk

Menkeu Buka Suara: PPh Final UMKM 0,5 Persen Tetap untuk Usaha Kecil, yang Kaya Jangan Ikut-ikutan

8 Juni 2026 - 11:59 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa menjelaskan kebijakan PPh final UMKM 0,5 persen bukan untuk menekan UMKM
Trending di Ekonomi & Bisnis