MEDAN, GLOBALSIAR.COM (10 OKTOBER 2026) – Aktivitas pendidikan di Sekolah Persiapan Pelayanan Gereja (SPPG) Medan terpaksa dihentikan untuk sementara waktu menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami oleh 17 siswanya. Kebijakan penutupan operasional sekolah ini diambil sebagai langkah preventif sekaligus untuk mempermudah proses investigasi mendalam terkait sumber penyebab gangguan kesehatan massal tersebut. Otoritas setempat menyatakan bahwa penghentian sementara ini sangat krusial guna menjamin keselamatan seluruh penghuni sekolah lainnya.
Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak enam siswa masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat gejala medis yang mereka alami setelah mengonsumsi paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dilaporkan mengalami keluhan serupa seperti mual, muntah, dan pusing sesaat setelah sesi makan siang di lingkungan sekolah. Tim medis terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi para korban yang masih dirawat agar dapat segera pulih sepenuhnya.
Dinas Kesehatan bersama jajaran kepolisian setempat telah mengambil sampel makanan dari lokasi kejadian untuk dilakukan uji laboratorium secara komprehensif. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat kontaminasi bakteri atau zat berbahaya dalam asupan yang dikonsumsi para pelajar tersebut. Selain memeriksa sampel makanan, petugas juga telah memintai keterangan dari pihak pengelola katering yang bertanggung jawab atas penyediaan konsumsi dalam program simulasi gizi tersebut.
Pihak sekolah berkomitmen untuk bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung dan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah sebelum memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar secara normal. Insiden ini memicu evaluasi besar-besaran terhadap standar operasional prosedur penyediaan pangan di institusi pendidikan demi mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Langkah-langkah mitigasi kini sedang diperketat di seluruh sekolah yang menjalankan program serupa guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga. Masyarakat diminta untuk tetap tenang sambil menunggu hasil resmi dari uji laboratorium yang dilakukan oleh tim ahli kesehatan. Seluruh biaya pengobatan bagi para siswa yang terdampak dipastikan akan menjadi tanggung jawab pihak terkait sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden ini.Laporan mendalam mengenai perkembangan kasus keracunan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















