BANGKOK, GLOBALSIAR.COM (10/10/2026) – Pemerintah Thailand saat ini tengah mengkaji secara mendalam kebijakan baru yang mewajibkan setiap wisatawan mancanegara untuk membuktikan kepemilikan dana minimal sebesar 300.000 Baht atau setara dengan Rp 137 juta sebelum diizinkan masuk. Langkah ini diproyeksikan sebagai instrumen pengawasan finansial guna memastikan bahwa setiap pelancong yang berkunjung memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan mereka selama menetap di wilayah Negeri Gajah Putih.
Usulan tersebut merupakan bagian dari strategi besar otoritas pariwisata setempat untuk menggeser fokus pasar dari kuantitas menuju kualitas kunjungan yang lebih tinggi. Dengan menetapkan standar saldo minimum yang signifikan, pemerintah berharap dapat menyaring segmen turis yang datang sehingga hanya mereka yang benar-benar siap secara finansial yang dapat berlibur, sekaligus menekan potensi timbulnya permasalahan sosial akibat wisatawan yang kehabisan dana di tengah perjalanan.
Meskipun kebijakan ini masih dalam tahap pertimbangan dan belum diresmikan, wacana tersebut telah menjadi sorotan tajam bagi pelaku industri perjalanan di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Thailand meyakini bahwa regulasi ketat ini justru akan memperkuat citra negara sebagai destinasi wisata eksklusif yang mampu memberikan layanan prima bagi para pelancong kelas menengah ke atas, yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan sektor pariwisata nasional.
Proses verifikasi dana tersebut nantinya direncanakan akan dilakukan secara sistematis agar tidak mengganggu kelancaran arus imigrasi di berbagai bandara internasional Thailand. Pihak kementerian terkait masih terus merumuskan teknis pelaksanaan yang paling efektif guna menjaga keseimbangan antara ketegasan aturan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Laporan mengenai perkembangan regulasi pariwisata mancanegara ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















