POHUWATO, GLOBALSIAR.COM (9 OKTOBER 2026) – Anak-anak dari Suku Bajau yang bermukim di desa terapung Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kini menaruh harapan besar pada realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, komunitas anak-anak di wilayah pesisir tersebut masih sangat bergantung pada hasil laut sebagai menu utama harian mereka, sementara akses terhadap variasi protein lain seperti daging ayam masih sangat terbatas.
Sebagai masyarakat yang tinggal di lingkungan perairan, mengonsumsi ikan sudah menjadi rutinitas yang tidak terelakkan bagi warga Torosiaje. Meskipun kaya akan protein laut, minimnya diversitas pangan membuat anak-anak di sana merindukan menu makanan yang berbeda. Kehadiran program nasional ini dinilai menjadi angin segar bagi keluarga nelayan untuk memastikan buah hati mereka mendapatkan asupan gizi yang lebih seimbang dan bervariasi.
Kondisi geografis desa yang berada di atas laut memang memberikan tantangan tersendiri dalam distribusi logistik pangan selain komoditas laut. Oleh karena itu, masyarakat setempat berharap pemerintah segera mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis hingga ke wilayah pelosok pesisir. Selain untuk memenuhi kerinduan akan lauk pauk seperti ayam, program ini juga dipandang penting sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Suku Bajau.
Pihak otoritas terkait diharapkan dapat memperhatikan aspek distribusi agar sekolah-sekolah di wilayah terpencil seperti Torosiaje mendapatkan prioritas dalam pelaksanaan program tersebut. Upaya pemenuhan gizi yang merata diharapkan mampu menekan angka permasalahan nutrisi di daerah pesisir sekaligus memberikan kebahagiaan bagi anak-anak di sana melalui hidangan yang sehat, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.
















