SORONG, GLOBALSIAR.COM (6 OKTOBER 2026) – Angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencatatkan kenaikan signifikan dengan total akumulasi mencapai 23.482 kasus. Lonjakan ini terpantau beriringan dengan intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa tren peningkatan pasien mulai terlihat tajam seiring dengan memburuknya kualitas udara akibat partikel debu dan asap pembakaran. Kondisi lingkungan yang tidak sehat ini memaksa fasilitas kesehatan di berbagai titik untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan medis bagi warga penderita gangguan pernapasan yang terus bertambah.
Situasi cuaca yang kering dan minimnya curah hujan menjadi faktor utama pemicu munculnya titik panas di sejumlah area sekitar Sorong. Kabut asap yang terbawa angin masuk ke kawasan pemukiman tidak hanya menurunkan jarak pandang, tetapi juga membawa risiko kesehatan serius bagi kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia yang sangat sensitif terhadap polusi udara.
Otoritas kesehatan kini mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan mewajibkan penggunaan masker saat berpergian guna meminimalisir paparan udara kotor. Langkah-langkah mitigasi terus diupayakan pemerintah daerah untuk menekan laju pertumbuhan kasus ISPA di tengah ancaman kabut asap yang masih bertahan, sebagaimana dilaporkan dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.















