GlobalSiar.com – Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Untuk tahun ketujuh berturut-turut, provinsi ini menduduki posisi terbanyak siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Capaian ini berlaku untuk jalur tes maupun non-tes.
Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menunjukkan angka gemilang. Sebanyak 29.046 murid asal Jawa Timur lolos ke PTN. Jumlah pendaftarnya mencapai 108.122 orang. Angka ini menjadi yang tertinggi secara nasional.
Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 18.365 murid. Jawa Tengah berada di peringkat ketiga dengan 16.326 murid.
SNBT 2026: Meningkat 19,9 Persen
Tidak hanya jalur prestasi, jalur tes juga mencatat kenaikan signifikan. Jumlah murid Jawa Timur yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mencapai 24.213 murid. Angka ini meningkat 4.024 murid dibanding tahun lalu. Persentase kenaikannya mencapai 19,9 persen.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan kebanggaannya. “Dengan capaian ini, Jawa Timur mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
KIP-K Terbanyak Juga dari Jatim
Jawa Timur juga unggul dalam program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Provinsi ini mencatat jumlah penerima KIP-K terbanyak yang lolos SNBP secara nasional. Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jawa Timur, sebanyak 8.915 murid dinyatakan diterima di PTN.
Khofifah menegaskan komitmennya. “Kami pastikan tidak ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi,” sambungnya.
Madura Naik Signifikan, Jadi Pilot Project
Yang menarik, wilayah Madura mengalami lonjakan cukup drastis. Kabupaten Pamekasan naik 33,02 persen. Bangkalan naik 15,5 persen. Sumenep naik 10 persen. Sampang meningkat 8,5 persen.
Keberhasilan ini tidak lepas dari program “Mama Mau Naik Kelas” (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas). Madura pun menjadi pilot project untuk program tersebut.
“Capaian Madura tahun ini cukup luar biasa. Program Mama Mau Naik Kelas mulai menunjukkan hasil positif,” tegas Khofifah.
Daerah Lain Juga Meningkat
Selain Madura, sejumlah daerah juga mencatat peningkatan tinggi. Gresik naik 26,6 persen. Bondowoso 25,6 persen. Kabupaten Pasuruan 24,8 persen. Lamongan 17,13 persen. Kabupaten Malang 16,91 persen. Jember 13,3 persen. Bojonegoro 10,12 persen.
Capaian ini menunjukkan akses pendidikan tinggi di Jawa Timur semakin terbuka lebar. Prestasi tujuh tahun berturut-turut menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pendidikan di provinsi ini.










