JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (4 September 2026) – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, secara resmi mengajak seluruh lapisan mahasiswa untuk mengambil peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat potensi besar yang dimiliki generasi muda dalam menyebarkan informasi positif serta mengedukasi masyarakat luas mengenai bahaya dan cara pencegahan penyakit menular tersebut secara efektif.
Dalam pernyataannya, Wamendagri menekankan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan kesehatan yang sangat besar terkait tingginya angka kasus TBC, yang menempatkan tanah air di peringkat atas global dalam hal beban penyakit ini. Mahasiswa, dengan kapasitas intelektual dan jaringan sosial yang luas, diharapkan mampu menjadi motor penggerak untuk melakukan deteksi dini terhadap kasus-kasus baru di lingkungan sekitar agar penderita segera mendapatkan penanganan medis yang tepat sesuai standar kesehatan.
Selain fokus pada upaya deteksi, peran aktif mahasiswa juga diarahkan pada pengawasan kepatuhan minum obat bagi para penderita TBC guna mencegah terjadinya resistensi obat yang jauh lebih berbahaya. Bima Arya menegaskan bahwa edukasi masif dari lingkungan kampus dapat membantu memutus rantai stigma negatif terhadap pasien TBC, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan optimal tanpa adanya hambatan sosial atau diskriminasi di tengah masyarakat.
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri terus berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan institusi pendidikan tinggi dalam menyukseskan target program nasional eliminasi TBC. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan aksi nyata mahasiswa di lapangan diyakini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia bebas TBC pada masa mendatang. Laporan berita ini telah ditulis ulang oleh GlobalSiar.
















