RIYADH, GLOBALSIAR.COM (10 Oktober 2026) – Suasana mencekam menyelimuti Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah sebuah serangan rudal memicu kepanikan hebat di area fasilitas transportasi udara tersebut. Meskipun sistem pertahanan udara berhasil melakukan intersepsi terhadap proyektil yang datang, sisa-sisa material ledakan jatuh di beberapa titik strategis, menciptakan situasi darurat yang melumpuhkan aktivitas penerbangan nasional maupun internasional secara mendadak.
Laporan lapangan menunjukkan bahwa salah satu pecahan rudal yang cukup besar jatuh menimpa sebuah gedung taman kanak-kanak (TK) yang berada di dalam kawasan diplomatik eksklusif. Bangunan sekolah tersebut mengalami kerusakan struktur yang cukup parah pada bagian atap dan area bermain, namun beruntung insiden ini terjadi saat gedung sedang tidak dalam aktivitas belajar mengajar sehingga tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari lokasi tersebut.
Dampak dari serangan ini mengakibatkan gangguan jadwal penerbangan yang masif di pusat transportasi utama Arab Saudi, di mana otoritas terkait terpaksa menghentikan seluruh operasional lepas landas dan pendaratan untuk sementara waktu. Ribuan penumpang dievakuasi ke bunker perlindungan bawah tanah sebagai langkah mitigasi keselamatan, sementara tim pembersih dan penjinak bom segera menyisir landasan pacu dari puing-puing material yang membahayakan pesawat.
Hingga kini, otoritas keamanan Arab Saudi masih melakukan investigasi menyeluruh guna mengidentifikasi asal serangan dan memperkuat koordinasi pertahanan di sekitar objek vital nasional. Pemerintah setempat mengimbau warga dan komunitas diplomatik untuk tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah ibu kota, laporan terkini mengenai perkembangan situasi keamanan ini telah disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.
















