JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (17 September 2026) – Sebuah video manipulasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI kembali beredar luas dan meresahkan publik dengan mencatut figur Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa. Konten tersebut secara menyesatkan menyajikan narasi terkait klaim kerugian besar pada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kemudian dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran informasi yang tidak memiliki dasar validitas tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang mendalam, konten video yang beredar merupakan hasil rekayasa digital kategori deepfake yang dirancang untuk mengelabui penonton. Meski sekilas tampak meyakinkan, terdapat ketidaksinkronan yang jelas antara gerakan bibir dengan suara yang dihasilkan, serta intonasi yang cenderung tidak natural layaknya ciri khas konten buatan AI. Teknologi ini sengaja digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membangun opini negatif terhadap stabilitas ekonomi dan integritas pejabat publik melalui disinformasi.
Pihak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memberikan klarifikasi resmi guna membantah isi video tersebut dan menegaskan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang digambarkan dalam unggahan tersebut. Segala informasi resmi mengenai kebijakan lembaga maupun pandangan pimpinan LPS hanya dipublikasikan melalui kanal komunikasi formal organisasi dan media massa nasional yang terverifikasi. LPS juga mengutuk tindakan penyebaran hoaks yang berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat.
Para pakar telematika mengingatkan bahwa kemajuan teknologi AI saat ini menuntut pengguna internet untuk lebih selektif dan melakukan verifikasi ganda sebelum mempercayai unggahan yang memuat klaim provokatif. Fenomena konten palsu ini menjadi tantangan nyata dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan bebas dari upaya adu domba melalui manipulasi visual. Laporan klarifikasi fakta ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat dan objektif.












