JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (27/10/2026) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan kelakar yang ditujukan kepada jajaran Pemerintah Kota Bekasi mengenai keterlambatan pembangunan halte Transjabodetabek di wilayah tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela acara penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi yang berlangsung di Balai Kota Jakarta.
Pramono menyebutkan bahwa dirinya sering mendapatkan desakan dari para pengguna transportasi umum, terutama warga Bekasi, yang menanyakan kepastian fasilitas halte yang memadai. Saat ini, mobilitas warga dari Bekasi menuju Jakarta menggunakan bus Transjabodetabek sudah sangat tinggi, mencapai angka 4.000 hingga 5.000 penumpang setiap harinya, sehingga keberadaan infrastruktur pendukung menjadi kebutuhan yang mendesak bagi para komuter.
Dalam nada bercanda, Gubernur DKI Jakarta itu menawarkan kesiapan pihaknya untuk mengambil alih pembangunan halte tersebut jika Pemerintah Kota Bekasi tidak kunjung menyelesaikannya. Meski menyadari potensi tumpang tindih kewenangan administrasi antarprovinsi, ia menegaskan bahwa peningkatan konektivitas adalah prioritas utama untuk mengurangi kemacetan dengan memfasilitasi masyarakat agar lebih nyaman beralih ke moda transportasi masal.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, merespons positif sentilan tersebut dengan menjelaskan bahwa pembangunan halte saat ini sedang berjalan dan ditargetkan akan selesai pada akhir November 2026. Sinergi antara Jakarta dan kota satelit diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem transportasi terpadu di kawasan Jabodetabek yang lebih efisien bagi seluruh warga. Laporan mengenai perkembangan infrastruktur transportasi lintas wilayah ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















