Luhut Tegaskan Alasan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Langkah Bersejarah, Klub Norwegia Eks Liga Europa Resmi Rekrut Pemain Indonesia Kesiagaan Militer AS Menuju Iran, Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir Tunggu Keputusan Trump Mentan Pangkas Rp 3,7 Triliun Anggaran Perjalanan Dinas Demi Percepatan Swasembada Pangan Namanya Dicatut dalam Polemik Pabrik Hebel Bangunjiwo, Carik Sukarman Angkat Bicara DPRD DKI Sebut Anggaran Terbatas, Tiket Ancol Belum Bisa Digratiskan bagi Seluruh Warga

Headline

DPRD DKI Sebut Anggaran Terbatas, Tiket Ancol Belum Bisa Digratiskan bagi Seluruh Warga

badge-check


					(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA) Perbesar

(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (27/10/2026) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menegaskan bahwa wacana untuk menggratiskan tiket masuk kawasan wisata Ancol bagi seluruh masyarakat belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini masih harus diprioritaskan untuk pembiayaan sektor vital lainnya.

Persoalan ini mencuat dalam rapat koordinasi terkait evaluasi kinerja badan usaha milik daerah yang mengelola kawasan wisata di Jakarta Utara tersebut. Para anggota legislatif menekankan bahwa meskipun aspirasi warga untuk mendapatkan akses rekreasi tanpa biaya sangat besar, beban subsidi yang diperlukan untuk menanggung tiket gratis secara massal diprediksi akan sangat memberatkan kondisi fiskal daerah.

Sejauh ini, kebijakan tiket gratis masuk Ancol baru bisa diterapkan secara terbatas bagi segmen tertentu, seperti para pelajar yang memegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk terus berupaya merumuskan formula harga yang terjangkau tanpa harus mengabaikan aspek keberlanjutan operasional serta pemeliharaan fasilitas di area wisata tersebut.

Pihak DPRD juga menyarankan agar pengelola Ancol lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan non-tiket guna menyeimbangkan fungsi pelayanan publik dengan profitabilitas perusahaan. Langkah ini dinilai lebih realistis dibandingkan bergantung sepenuhnya pada kucuran subsidi dari kas daerah.

Meskipun keputusan ini mungkin mengecewakan sebagian pihak, transparansi mengenai kondisi anggaran diharapkan dapat memberikan pemahaman objektif kepada warga Jakarta. Fokus pembangunan saat ini tetap diarahkan pada penanggulangan banjir, kemacetan, dan peningkatan mutu layanan kesehatan di ibu kota. Laporan mengenai dinamika kebijakan akses wisata publik ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Luhut Tegaskan Alasan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura

27 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Langkah Bersejarah, Klub Norwegia Eks Liga Europa Resmi Rekrut Pemain Indonesia

27 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Kesiagaan Militer AS Menuju Iran, Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir Tunggu Keputusan Trump

27 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Mentan Pangkas Rp 3,7 Triliun Anggaran Perjalanan Dinas Demi Percepatan Swasembada Pangan

27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Namanya Dicatut dalam Polemik Pabrik Hebel Bangunjiwo, Carik Sukarman Angkat Bicara

27 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di Headline