BAKU, KOMPAS.COM (27 Oktober 2026) – Pertandingan penyisihan Grup C Piala Dunia U15 dan Festival di Baku, Azerbaijan, berakhir prematur setelah Timnas Inggris memutuskan untuk melakukan aksi walk out saat menghadapi Republik Irlandia. Langkah drastis ini diambil oleh skuad muda The Young Lions sebagai bentuk protes keras atas dugaan tindakan rasisme yang diarahkan kepada salah satu pemain mereka di tengah lapangan. Keputusan meninggalkan arena pertandingan tersebut membuat laga langsung dihentikan oleh wasit yang bertugas.
Insiden ini bermula dari perselisihan fisik yang melibatkan dua pemain dari kedua tim saat laga memasuki fase akhir. Tak lama setelah gesekan tersebut, seorang pemain Inggris terlihat emosional dan segera mendatangi bangku cadangan untuk melaporkan pelecehan verbal bernada rasis yang ia terima kepada staf pelatih. Rekaman pertandingan menunjukkan tim kepelatihan Inggris segera melakukan protes kepada wasit, namun sang pengadil lapangan menyatakan tidak mendengar langsung ucapan yang dimaksud, sehingga situasi di pinggir lapangan sempat memanas.
Pelatih kepala Inggris U15, Matt Thorpe, secara tegas meminta para pemainnya untuk berhenti bermain dan segera meninggalkan lapangan setelah berkomunikasi dengan asistennya. Dalam pernyataan singkat di area teknis, asisten Thorpe menekankan bahwa timnya tidak bersedia melanjutkan pertandingan karena merasa keselamatan mental dan kehormatan pemain telah dilanggar oleh aksi diskriminatif tersebut. FIFA sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan awal terkait insiden ini dan sedang dalam proses pengumpulan bukti-bukti faktual.
Pihak otoritas sepak bola dunia tersebut menyatakan bahwa kasus ini akan segera diteruskan ke Komite Disiplin Independen guna menentukan langkah hukum dan sanksi yang tepat sesuai dengan kebijakan zero tolerance terhadap rasisme. Kejadian ini menjadi sorotan besar di turnamen edisi perdana ini, mengingat pentingnya perlindungan terhadap pemain usia muda dari segala bentuk diskriminasi di dunia olahraga.
Meskipun laga terhenti, FIFA memastikan investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk menjaga integritas kompetisi dan memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh atlet remaja yang bertanding. Federasi sepak bola masing-masing negara diharapkan dapat memberikan keterangan tambahan guna memperjelas duduk perkara yang terjadi di lapangan hijau tersebut. Laporan lengkap mengenai perkembangan kasus ini terus dipantau dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.















