JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (27/10/2026) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah strategis dengan melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap anggaran perjalanan dinas dan biaya rapat di lingkungan Kementerian Pertanian sebesar Rp 3,7 triliun. Dana yang bersumber dari penghematan belanja operasional tersebut dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat sektor produksi pangan nasional sebagai upaya mempercepat target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Kebijakan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menuntut efisiensi anggaran negara agar lebih tepat sasaran bagi kepentingan rakyat. Langkah efisiensi tersebut mencakup pengurangan frekuensi kegiatan seremonial serta rapat-rapat di luar kantor yang dinilai kurang memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas sektor pertanian di lapangan.
Dana hasil penghematan triliunan rupiah tersebut kini difokuskan pada pengadaan sarana produksi vital, mulai dari penyediaan benih unggul hingga alat mesin pertanian (alsintan) bagi para petani di berbagai pelosok daerah. Restrukturisasi anggaran ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan secara nasional guna memperkokoh ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan iklim global.
Pihak Kementerian Pertanian menegaskan bahwa setiap alokasi anggaran negara kini harus memberikan manfaat langsung dan nyata bagi keberlanjutan sektor agraris serta kesejahteraan para petani kecil. Komitmen efisiensi ini menjadi bagian penting dari peta jalan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan tanpa ketergantungan pada impor.
Langkah efisiensi ini juga diharapkan menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lain dalam mengelola keuangan negara yang lebih produktif. Fokus pada sektor hulu pertanian dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasar domestik serta meningkatkan daya saing komoditas lokal di kancah internasional, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.















