Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menggelar pertemuan dengan ekosistem dan pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo, membahas pemulihan pariwisata pascagempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, dan pembahasan isu kepariwisataan di Labuan Bajo, Jumat (28/8/2026). Sumber : ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata
JAKARTA (GLOBALSIAR) – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menegaskan komitmennya agar Labuan Bajo tidak sekadar pulih dari dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, melainkan tumbuh menjadi destinasi yang jauh lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko di masa depan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan manajemen risiko bencana serta penataan destinasi wisata darat baru di Manggarai Barat.
Menpar Widiyanti Putri sebelumnya menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo pada Jumat (28/8) untuk membahas langkah pemulihan pariwisata pascagempa sekaligus berbagai isu strategis pengembangan pariwisata Labuan Bajo. Dalam pertemuan tersebut, ia menyerap langsung kondisi, tantangan, dan kebutuhan dari pemerintah daerah serta pelaku industri pariwisata pascabencana.
Widiyanti menekankan bahwa pemulihan sektor pariwisata diprioritaskan berdasarkan tingkat kerusakan, kesiapan operasional destinasi, serta pemulihan mata pencaharian masyarakat. Fokus pembenahan mencakup seluruh rantai pariwisata mulai dari perhotelan, restoran, desa wisata, kapal wisata, pramuwisata, hingga pelaku UMKM lokal. Selain memulihkan ekonomi warga dan mengembalikan kepercayaan pasar, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat prosedur operasional standar (SOP) tanggap darurat, jalur evakuasi, dan sistem komunikasi krisis di lapangan.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi melaporkan bahwa aktivitas kunjungan pascagempa tetap berjalan aman dan normal dengan catatan 2.854 keberangkatan kapal dan 32.692 pergerakan wisatawan. Arus penerbangan domestik maupun internasional dilaporkan stabil, serta kawasan Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar telah kembali dibuka setelah dinyatakan lolos asesmen keselamatan yang ketat. Berdasarkan data Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), hingga 24 Agustus 2026, gempa mempengaruhi 54 tempat usaha perhotelan dan kuliner, dengan 47 di antaranya mengalami kerusakan berat dan tujuh lainnya mengalami kerusakan ringan.
Pemerintah juga mendorong pengembangan destinasi wisata baru di luar Pulau Komodo dan pusat Labuan Bajo untuk memperluas pilihan wisata sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan. Destinasi yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko. Widiyanti menargetkan pembangunan destinasi baru tersebut mulai dikerjakan tahun depan dan selesai dalam waktu lima tahun.
Selain pengembangan destinasi, pemerintah akan memperketat kompetensi keselamatan wisata bahari melalui program Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata Indonesia (SATRIA). Berbagai masukan dari pelaku usaha terkait tata kelola akomodasi, kapal live on board, agen perjalanan, dan operator tur juga akan ditindaklanjuti untuk memperkuat tata kelola pariwisata. Bupati Manggarai Barat menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan dapat meningkat dari 2,8 hari menjadi tujuh hari dengan hadirnya destinasi-destinasi baru tersebut.
[Red/Valda]












