PYONGYANG, GLOBALSIAR.COM (12 September 2026) – Korea Utara kembali memicu ketegangan di kawasan Semenanjung Korea dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Sabtu pagi. Langkah militer ini dilaporkan sebagai bentuk reaksi keras Pyongyang terhadap latihan gabungan berskala besar yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa aktivitas peluncuran tersebut terdeteksi sekitar pukul 07.10 waktu setempat dari wilayah Pyongyang. Berdasarkan analisis awal, peluru kendali tersebut menempuh jarak sekitar 360 kilometer sebelum akhirnya jatuh di perairan internasional. Pihak militer Seoul pun segera meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau pergerakan armada tempur Korea Utara secara ketat.
Situasi di kawasan ini memang kian memanas seiring dengan meningkatnya frekuensi uji coba senjata oleh pihak Utara dalam beberapa pekan terakhir. Rezim Kim Jong Un secara konsisten mengutuk aktivitas militer sekutu di perbatasan sebagai persiapan untuk invasi, sehingga mereka merasa perlu menunjukkan kekuatan defensif sekaligus ofensif melalui rangkaian provokasi bersenjata ini.
Amerika Serikat dan Korea Selatan sendiri menegaskan bahwa latihan mereka bersifat defensif dan bertujuan untuk memperkuat kesiapan tempur terhadap ancaman potensial. Hingga saat ini, komunitas internasional terus menyerukan de-eskalasi agar stabilitas di Asia Timur tetap terjaga di tengah ancaman proliferasi senjata nuklir yang terus meningkat, sebagaimana dirangkum dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.












