SANAA, GLOBALSIAR.COM (17 SEPTEMBER 2026) – Kelompok Houthi di Yaman secara resmi mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pesawat tempur canggih tersebut dilumpuhkan saat sedang menjalankan misi operasional di wilayah udara Yaman. Insiden ini menandai peningkatan tensi militer di kawasan yang masih terjebak dalam konflik berkepanjangan tersebut.
Menurut pernyataan pihak Houthi, operasi pelumpuhan jet tempur tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem pertahanan udara berupa rudal yang dikembangkan secara mandiri di dalam negeri. Klaim ini menonjolkan kemajuan teknologi persenjataan lokal yang dimiliki oleh kelompok tersebut dalam menghadapi kekuatan udara koalisi pimpinan Saudi. Keberhasilan serangan ini disebut sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan wilayah udara mereka dari intervensi militer asing.
Hingga saat ini, pihak otoritas Arab Saudi maupun koalisi militer belum memberikan konfirmasi atau pernyataan resmi mengenai hilangnya salah satu unit pesawat tempur mereka. Di masa lalu, klaim serupa sering kali memerlukan waktu untuk diverifikasi secara independen melalui bukti visual maupun pengakuan dari pihak lawan. Meskipun demikian, pengumuman ini telah memicu perhatian luas dari para pengamat militer internasional terkait efektivitas sistem pertahanan udara Houthi saat ini.
Situasi di Yaman tetap berada dalam pantauan ketat komunitas internasional seiring dengan upaya diplomatik yang terus berjalan untuk mencapai perdamaian permanen. Eskalasi militer dalam bentuk penembakan jet tempur ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi dinamika negosiasi di masa mendatang. Laporan mengenai klaim jatuhnya pesawat tempur F-15 Arab Saudi ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar berdasarkan perkembangan fakta di lapangan.












