JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (29 Oktober 2026) – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, memberikan klarifikasi penting terkait program pemerintah bagi warga negara yang telah menginjak usia 17 tahun ke atas. Hashim menegaskan bahwa inisiatif yang dicanangkan bukanlah pemberian perangkat telepon seluler atau smartphone secara cuma-cuma kepada masyarakat. Pernyataan ini disampaikan guna meluruskan kesalahpahaman yang sempat berkembang di masyarakat mengenai detail program kesejahteraan tersebut.
Fokus utama dari kebijakan ini sebenarnya adalah penyediaan rekening digital atau akses keuangan formal bagi setiap penduduk Indonesia yang sudah dewasa. Pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh warga negara yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) mempunyai akses langsung ke sistem perbankan. Langkah ini dipandang sebagai instrumen vital untuk mempercepat transformasi digital nasional serta memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke pelosok daerah.
Selain mendorong inklusi keuangan, keberadaan rekening gratis ini diproyeksikan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial maupun berbagai bentuk subsidi pemerintah agar lebih tepat sasaran. Dengan adanya sistem digital yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat meminimalisir potensi kebocoran anggaran karena dana bantuan akan ditransfer secara langsung ke rekening pribadi penerima manfaat tanpa melalui perantara pihak ketiga. Hashim menekankan bahwa infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya efisiensi birokrasi.
Program strategis ini diharapkan mampu menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih kuat dan inklusif di masa mendatang. Saat ini, pemerintah terus mematangkan koordinasi teknis antarlembaga agar proses pembukaan rekening dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan aman oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pemberian akses rekening ini juga menjadi langkah awal dalam menciptakan data tunggal keuangan yang lebih transparan. Hashim menyebutkan bahwa dengan setiap warga negara memiliki akses perbankan, maka mobilitas ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah dapat terdokumentasi dengan lebih baik, sehingga memudahkan pemberian kredit usaha rakyat di masa depan. Laporan ini disusun kembali dan diterbitkan oleh GlobalSiar sebagai referensi informasi kebijakan publik yang akurat.














