Bayi Berusia 8 Bulan di Samarinda Alami Batuk Pilek Akut Selama Dua Pekan Jokowi Ungkap Kekecewaan atas Tudingan Ijazah Palsu dalam Persidangan DJP Beri Penjelasan Resmi Terkait Pengenaan PPN pada Produk Pembalut Wanita Kemlu Respons Permintaan PBB Terkait Penarikan Diri Indonesia dari BOP Skandal Jual Beli Titik Dapur Makan Bergizi Gratis Dibongkar Wamentan Sinergi Strategis Indonesia-Malaysia dalam Penanganan Banjir dan Karhutla Perbatasan

Headline

Skandal Jual Beli Titik Dapur Makan Bergizi Gratis Dibongkar Wamentan

badge-check


					(KOMPAS.com/FIRDA JANATI) Perbesar

(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (29 OKTOBER 2026) – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, secara resmi memperingatkan masyarakat mengenai adanya praktik penipuan yang mencatut program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beliau mengungkapkan temuan adanya oknum yang mencoba memperjualbelikan penentuan lokasi atau titik operasional dapur program tersebut dengan nilai fantastis mencapai Rp 350 juta per titik kepada para calon pengelola.

Sudaryono menjelaskan bahwa modus penipuan ini dilakukan oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai koordinator pusat atau anggota satgas resmi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Oknum tersebut menjanjikan akses pengelolaan dapur kepada calon pengusaha dengan syarat membayar uang muka atau mahar dalam jumlah besar. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menunjuk pihak ketiga mana pun untuk memungut biaya dalam penentuan lokasi dapur umum ini.

Untuk tahun anggaran 2025 mendatang, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 5.000 unit dapur atau satuan pelayanan di seluruh wilayah Indonesia. Setiap unit dapur tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan gizi sekitar 3.000 anak sekolah. Investasi untuk membangun satu unit pelayanan dapur diperkirakan mencapai Rp 1 miliar, yang mencakup pengadaan peralatan memasak modern serta renovasi bangunan agar sesuai dengan standar kesehatan dan operasional yang telah ditetapkan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan tawaran mencurigakan yang meminta sejumlah uang dengan janji kuota pengelolaan dapur MBG. Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan program ini secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan generasi mendatang tanpa adanya praktik pungutan liar yang merugikan.

Pihak Kementerian Pertanian juga menekankan bahwa penentuan lokasi satuan pelayanan didasarkan pada analisis kebutuhan wilayah dan kepadatan populasi siswa, bukan berdasarkan pesanan pihak tertentu. Sosialisasi resmi akan terus dilakukan secara berkala melalui saluran pemerintah guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban penipuan. Upaya ini dilakukan agar anggaran negara benar-benar tersalurkan untuk pemenuhan gizi anak-anak di seluruh pelosok negeri. Laporan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bayi Berusia 8 Bulan di Samarinda Alami Batuk Pilek Akut Selama Dua Pekan

29 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jokowi Ungkap Kekecewaan atas Tudingan Ijazah Palsu dalam Persidangan

29 Oktober 2026 - 18:39 WIB

DJP Beri Penjelasan Resmi Terkait Pengenaan PPN pada Produk Pembalut Wanita

29 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kemlu Respons Permintaan PBB Terkait Penarikan Diri Indonesia dari BOP

29 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Sinergi Strategis Indonesia-Malaysia dalam Penanganan Banjir dan Karhutla Perbatasan

29 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Trending di Headline