JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tegas menganjurkan agar paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dikonsumsi dalam kurun waktu maksimal empat jam setelah proses pengolahan selesai. Ketentuan ini menjadi prasyarat utama untuk menjamin keamanan pangan serta menjaga kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya agar tetap optimal saat diterima oleh masyarakat. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa batasan waktu ini merupakan standar krusial dalam mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya pada makanan.
Pihak BPOM menjelaskan bahwa jika makanan tidak segera dikonsumsi dalam jendela waktu tersebut, risiko kontaminasi mikroba akan meningkat secara signifikan, terutama dalam iklim tropis. Untuk menghindari hal ini, penyelenggara program wajib menerapkan sistem rantai suhu yang tepat, baik melalui sistem penyimpanan panas (hot chain) maupun sistem pendingin (cold chain) jika distribusi memerlukan waktu lebih lama. Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap porsi makanan tetap higienis dan tidak membahayakan kesehatan para penerima manfaat.
Selain aspek durasi konsumsi, BPOM juga menekankan pentingnya prasyarat lain seperti standar higiene sanitasi pada fasilitas pengolahan makanan atau dapur umum. Seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku yang segar hingga tahap pengemasan, harus melalui kontrol kualitas yang ketat untuk meminimalisir risiko kontaminasi silang. Pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh guna mendukung keberhasilan program nasional dalam meningkatkan status gizi masyarakat tanpa mengabaikan faktor keamanan pangan yang fundamental.
BPOM berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan teknis kepada para penyedia jasa boga yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis ini di berbagai daerah. Edukasi mengenai pentingnya segera mengonsumsi makanan yang disiapkan juga akan terus digencarkan agar masyarakat memahami risiko dari penundaan konsumsi makanan siap saji. Laporan ini disusun kembali dan diterbitkan oleh GlobalSiar untuk memberikan informasi faktual mengenai standar kesehatan publik di Indonesia.
Keamanan pangan dalam skala besar seperti program MBG memerlukan sinergi antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat sebagai konsumen akhir. Dengan kepatuhan terhadap standar waktu empat jam ini, diharapkan manfaat pemenuhan gizi dapat tercapai secara maksimal tanpa adanya insiden kesehatan yang tidak diinginkan. GlobalSiar melaporkan bahwa integrasi antara nutrisi dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kebijakan strategis nasional ini.












