JOMBANG, GLOBALSIAR.COM (24 OKTOBER 2026) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi melaksanakan prosesi pelantikan jajaran pengurus baru dengan suasana yang penuh kesederhanaan di lingkungan pondok pesantren. Langkah ini diambil sebagai simbol kuat untuk membawa organisasi kembali ke akar tradisi pesantren yang selama ini menjadi pondasi dasar perjuangan para ulama dan warga nahdliyin di seluruh pelosok negeri.
KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih akrab disapa Gus Kikin, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di pesantren memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Menurutnya, tradisi pesantren bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan identitas yang harus terus dijaga agar arah gerak organisasi tetap konsisten pada jalur pengabdian kepada umat serta tidak tergerus oleh modernitas yang berlebihan.
Pelaksanaan agenda ini juga menunjukkan pergeseran gaya manajerial organisasi yang kini lebih mengedepankan efektivitas dan kedekatan emosional dengan basis massa. Dengan menanggalkan kesan kemewahan seremonial di hotel-hotel besar, PBNU berupaya menciptakan suasana yang lebih intim dan sakral sehingga setiap pengurus yang dilantik dapat meresapi tanggung jawab besar yang mereka emban di pundak masing-masing.
Diharapkan dengan semangat kembali ke tradisi ini, seluruh program kerja PBNU ke depan dapat lebih menyentuh persoalan nyata di tingkat akar rumput tanpa meninggalkan nilai-nilai religiusitas yang khas. Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran terbatas guna menjaga kesakralan momentum tersebut. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















