SAMPIT, GLOBALSIAR.COM (22/10/2026) – Fenomena kabut asap pekat mulai menyelimuti wilayah perairan Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Kamis pagi. Kondisi ini secara signifikan membatasi jarak pandang para pengguna transportasi air dan nelayan lokal, yang memicu kekhawatiran akan risiko keselamatan selama beraktivitas di jalur sungai tersebut.
Jarak pandang di permukaan air dilaporkan menurun drastis hingga di bawah ambang batas aman bagi navigasi kapal-kapal kecil maupun besar. Sejumlah warga yang kerap melintasi sungai menyatakan bahwa pekatnya asap membuat mereka kesulitan menentukan arah haluan, sehingga meningkatkan potensi risiko tersesat atau mengalami insiden tabrakan di tengah perairan.
Munculnya kabut asap ini diduga kuat merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik sekitar wilayah Kotawaringin Timur. Meski matahari mulai meninggi, intensitas asap tidak kunjung berkurang dengan cepat, sehingga menyulitkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada jalur transportasi sungai utama di daerah tersebut.
Pihak terkait terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada serta menggunakan peralatan keselamatan yang memadai saat melaut. Keadaan ini menuntut koordinasi cepat guna mencegah terjadinya kecelakaan air yang lebih fatal akibat terbatasnya ruang pandang, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.














