Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jembatan di Nias demi Keselamatan Siswa

badge-check


					(KOMPAS.com/GOKLAS WISELY ) Perbesar

(KOMPAS.com/GOKLAS WISELY )

NIAS, GLOBALSIAR.COM (30 SEPTEMBER 2026) – Bobby Nasution merespons cepat kondisi memprihatinkan yang dialami para siswa di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, yang harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai demi menuntut ilmu. Dalam kunjungannya, ia menyaksikan langsung tantangan aksesibilitas pendidikan yang dihadapi anak-anak setempat di tengah keterbatasan infrastruktur penghubung antarwilayah yang telah berlangsung cukup lama.

Fenomena siswa menyeberangi sungai ini menjadi sorotan tajam karena risiko keselamatan yang sangat tinggi, terutama saat debit air sungai meningkat secara tiba-tiba akibat cuaca buruk di wilayah tersebut. Kondisi geografis yang menantang ini telah menjadi hambatan serius bagi mobilitas warga, khususnya dalam sektor pendidikan dan ekonomi lokal yang selama ini terisolasi akibat ketiadaan fasilitas penyeberangan yang memadai.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Bobby Nasution menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut sebagai solusi konkret. Proyek infrastruktur ini direncanakan akan menjadi prioritas utama guna memastikan akses pendidikan tidak lagi terkendala oleh faktor alam, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman Nias.

Selain rencana pembangunan jembatan, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat akan terus diperkuat guna memetakan serta menangani titik-titik rawan infrastruktur serupa di pelosok Sumatera Utara. Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pemerataan pembangunan fasilitas publik di daerah-daerah terpencil. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline