Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Waspada Hoaks Video AI Purbaya Yudhi Sadewa Mengenai Kerugian BUMN

badge-check


					(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S) Perbesar

(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (17 September 2026) – Sebuah video manipulasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI kembali beredar luas dan meresahkan publik dengan mencatut figur Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa. Konten tersebut secara menyesatkan menyajikan narasi terkait klaim kerugian besar pada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kemudian dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran informasi yang tidak memiliki dasar validitas tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang mendalam, konten video yang beredar merupakan hasil rekayasa digital kategori deepfake yang dirancang untuk mengelabui penonton. Meski sekilas tampak meyakinkan, terdapat ketidaksinkronan yang jelas antara gerakan bibir dengan suara yang dihasilkan, serta intonasi yang cenderung tidak natural layaknya ciri khas konten buatan AI. Teknologi ini sengaja digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membangun opini negatif terhadap stabilitas ekonomi dan integritas pejabat publik melalui disinformasi.

Pihak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memberikan klarifikasi resmi guna membantah isi video tersebut dan menegaskan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang digambarkan dalam unggahan tersebut. Segala informasi resmi mengenai kebijakan lembaga maupun pandangan pimpinan LPS hanya dipublikasikan melalui kanal komunikasi formal organisasi dan media massa nasional yang terverifikasi. LPS juga mengutuk tindakan penyebaran hoaks yang berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat.

Para pakar telematika mengingatkan bahwa kemajuan teknologi AI saat ini menuntut pengguna internet untuk lebih selektif dan melakukan verifikasi ganda sebelum mempercayai unggahan yang memuat klaim provokatif. Fenomena konten palsu ini menjadi tantangan nyata dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan bebas dari upaya adu domba melalui manipulasi visual. Laporan klarifikasi fakta ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat dan objektif.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline