TRENGGALEK, GLOBALSIAR.COM (16 SEPTEMBER 2026) – Sebanyak 77 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Meisir di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan massal. Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan melalui pihak katering sekolah. Para siswa mulai mengeluhkan sakit perut, pusing, hingga diare selang beberapa jam setelah menyantap hidangan tersebut.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Trenggalek segera bergerak cepat menangani situasi ini dengan melakukan pemeriksaan medis di lokasi. Tim medis memastikan puluhan siswa tersebut mendapatkan penanganan awal untuk mencegah dehidrasi akibat diare akut. Meskipun jumlah korban cukup banyak, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai stabil setelah mendapatkan perawatan medis intensif dari petugas kesehatan setempat.
Sebagai langkah investigasi lebih lanjut, otoritas kesehatan setempat telah mengambil sampel makanan dari sisa menu yang dikonsumsi para siswa untuk dikirim dan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Timur. Uji laboratorium ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan atau kontaminasi bakteri yang menjadi penyebab keracunan massal tersebut. Sementara menunggu hasil uji keluar, distribusi program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut dihentikan sementara waktu.
Kasus ini kini menjadi atensi serius pemerintah daerah guna memastikan standar keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi nasional tetap terjaga di masa mendatang. Pihak sekolah dan penyedia jasa katering juga tengah dimintai keterangan terkait prosedur pengolahan serta distribusi makanan yang disajikan kepada para peserta didik. Laporan mengenai insiden kesehatan siswa di Trenggalek ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












