SRAGEN, GLOBALSIAR.COM (18 September 2026) – Sebuah sekolah swasta di Kabupaten Sragen secara resmi memutuskan untuk tidak lagi berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil oleh pihak manajemen sekolah setelah melakukan serangkaian pertimbangan mengenai implementasi program tersebut di lapangan selama beberapa waktu terakhir.
Sebagai tindak lanjut dari penghentian distribusi bantuan makanan tersebut, pihak sekolah kini mewajibkan para siswa untuk kembali membawa bekal makanan sendiri dari rumah. Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan setiap murid mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan standar kesehatan masing-masing keluarga serta meminimalisir kendala logistik yang mungkin terjadi.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna menjaga efisiensi dan kualitas konsumsi bagi para pelajar. Meskipun program pemerintah pusat ini bertujuan baik dalam meningkatkan status gizi anak sekolah, pihak institusi merasa penyediaan bekal secara mandiri oleh orang tua jauh lebih praktis dan terkontrol untuk lingkungan pendidikan mereka saat ini.
Keputusan tersebut telah dikomunikasikan kepada para wali murid dan mendapatkan respon yang beragam, namun tetap dijalankan demi kenyamanan bersama dalam proses belajar mengajar. Sekolah berkomitmen untuk tetap memantau kualitas gizi yang dibawa siswa meski tidak lagi terafiliasi dengan skema bantuan pangan tersebut. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












