BALIKPAPAN, GLOBALSIAR.COM (30/10/2026) – Kabut asap pekat yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Balikpapan kini mulai memberikan dampak fatal terhadap ekosistem satwa. Kondisi kualitas udara yang memburuk secara drastis dilaporkan telah menyebabkan sejumlah hewan, mulai dari kucing peliharaan hingga kawanan monyet liar, mengalami gangguan kesehatan serius hingga jatuh pingsan akibat paparan polusi yang ekstrem.
Fenomena memprihatinkan ini terpantau di beberapa titik pemukiman yang berbatasan langsung dengan area hutan. Sejumlah warga memberikan kesaksian mengenai adanya monyet-monyet yang terjatuh dari pepohonan karena diduga sesak napas setelah menghirup asap tebal dalam durasi lama. Tidak hanya satwa liar, para pemilik hewan peliharaan juga mengeluhkan kondisi peliharaan mereka yang mendadak lemas dan menunjukkan gejala distress pernapasan akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut.
Menanggapi situasi ini, para ahli kesehatan hewan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera mengevakuasi hewan peliharaan ke dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang lebih terjaga. Upaya pemadaman di titik-titik api utama terus dipercepat oleh petugas gabungan guna menekan volume asap yang kian meluas, mengingat ancaman kesehatan ini tidak hanya mengintai populasi hewan tetapi juga berisiko tinggi terhadap kesehatan paru-paru warga setempat.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah darurat untuk melindungi satwa di habitat yang terdampak guna mencegah terjadinya kematian massal yang dapat merusak keseimbangan alam lokal. Masyarakat diminta untuk aktif melaporkan jika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan medis segera akibat dampak polusi ini. Laporan mengenai dampak buruk asap karhutla di Balikpapan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.














