WASHINGTON, GLOBALSIAR.COM (31/10/2026) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi memberikan lampu hijau bagi penjualan alutsista besar-besaran berupa 500 rudal pencegat Patriot ke Ukraina. Kesepakatan bernilai fantastis yang mencapai angka 2,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 35 triliun ini menjadi langkah krusial Washington dalam memperkuat sistem pertahanan udara Kyiv di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut.
Paket penjualan militer luar negeri tersebut mencakup unit rudal Patriot jenis Advanced Capability-3 (PAC-3) Missile Segment Enhancement (MSE) beserta peralatan pendukung, suku cadang, serta bantuan teknis terkait. Penambahan armada rudal canggih ini diproyeksikan akan meningkatkan kemampuan Ukraina secara signifikan dalam menghalau berbagai ancaman udara yang kompleks, termasuk rudal balistik, rudal jelajah, hingga pesawat tempur modern yang menargetkan infrastruktur vital.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak Ukraina untuk mempertahankan kedaulatan wilayah udaranya dari serangan udara jarak jauh. Meskipun persetujuan telah dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri, proses ini masih harus melewati tahap tinjauan dari Kongres Amerika Serikat sebelum pengiriman unit alutsista benar-benar direalisasikan. Keberadaan sistem Patriot selama ini terbukti menjadi tulang punggung pertahanan udara yang paling efektif bagi militer Ukraina.
Lockheed Martin, sebagai produsen utama sistem persenjataan tersebut, ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dalam pengadaan skala besar ini. Penguatan kapasitas militer ini sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang Amerika Serikat dalam memberikan dukungan keamanan bagi stabilitas di wilayah Eropa Timur, sebagaimana laporan ini dihimpun dan disusun kembali oleh GlobalSiar.















