Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, LBH Desak Usut Tuntas Rantai Pasok Makanan

badge-check


					(KOMPAS.com/DIKI FEBRIANTO) Perbesar

(KOMPAS.com/DIKI FEBRIANTO)

SIDOARJO, GLOBALSIAR.COM (3 SEPTEMBER 2026) – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Sidoarjo, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Insiden yang melibatkan sedikitnya 566 korban ini terjadi usai para santri mengonsumsi paket menu dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Sejumlah korban dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit akibat gejala mual, muntah, hingga gangguan pernapasan yang muncul secara mendadak.

Merespons kejadian tersebut, YLBHI mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit independen dan menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok makanan dalam program MBG secara nasional. Ketua Umum YLBHI, Muhamad Isnur, menegaskan bahwa keselamatan anak-anak tidak boleh menjadi risiko sampingan dari sebuah program politik atau produksi pangan massal yang rapuh tata kelolanya. Pihaknya menuntut penghentian sementara operasional dan ekspansi program hingga ditemukan solusi konkret untuk menjamin standar higienitas serta keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Berdasarkan investigasi awal dari Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat indikasi kelalaian dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi, di mana makanan dibagikan lebih dari empat jam setelah selesai dimasak. Kondisi ini menjadi fatal karena menu MBG sengaja tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga jeda waktu yang terlalu lama memicu pertumbuhan bakteri dan membuat makanan cepat basi. Selain itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya telah mengamankan sampel sisa makanan serta muntahan santri untuk diuji di laboratorium guna memastikan jenis kontaminan yang ada.

Pihak SPPG Kalitengah selaku penyedia makanan telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesediaan untuk dievaluasi secara total oleh otoritas terkait. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis para santri yang terdampak akan ditanggung sepenuhnya guna meringankan beban keluarga korban. Laporan mengenai tuntutan investigasi mendalam terhadap program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo ini disusun kembali oleh GlobalSiar berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis