Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Politik

Kepala BGN Sebut Insiden Keracunan MBG di Sidoarjo Sebagai Kelalaian yang Disengaja

badge-check


					Dok. Instagram Sudaryono Perbesar

Dok. Instagram Sudaryono

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (6 Maret 2025) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan pernyataan tegas terkait insiden keracunan massal dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan bentuk kelalaian yang disengaja oleh pihak penyedia jasa makanan. Berdasarkan hasil investigasi awal, ditemukan adanya pelanggaran serius terhadap prosedur keamanan pangan yang telah ditetapkan secara ketat oleh pemerintah.

Penyelidikan mendalam mengungkap fakta bahwa vendor atau penyedia katering nekat menyajikan bahan makanan sisa dari hari sebelumnya untuk didistribusikan kepada para siswa dalam program uji coba tersebut. Praktik penggunaan makanan sisa ini dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang mengharuskan setiap hidangan dalam program MBG disajikan dalam kondisi segar dan higienis. Tindakan tidak bertanggung jawab tersebut memicu kontaminasi bakteri yang mengakibatkan puluhan peserta mengalami gejala gangguan kesehatan.

Menanggapi kejadian ini, Badan Gizi Nasional berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok dan mekanisme pengawasan di lapangan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Dadan menekankan pentingnya integritas dari setiap mitra kerja untuk menjamin keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama program strategis nasional ini. Pihak berwenang saat ini tengah mempertimbangkan sanksi hukum dan administratif yang tegas bagi vendor yang terbukti melakukan penyimpangan standar demi keuntungan finansial sepihak.

Ke depannya, sistem pengawasan akan diperketat dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk memastikan setiap dapur produksi memenuhi kriteria sanitasi yang sangat ketat. Transparansi serta akuntabilitas vendor akan menjadi syarat mutlak dalam proses seleksi mitra agar kualitas makanan tetap terjaga di setiap wilayah distribusi. Laporan ini disusun kembali dan diperbarui oleh tim redaksi GlobalSiar guna memberikan informasi faktual dan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis