MEDAN, GLOBALSIAR.COM (1 SEPTEMBER 2026) – Warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan kini memainkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui produksi tempe skala besar. Fasilitas pemasyarakatan ini berhasil memproduksi sekitar lima ton tempe setiap harinya guna memenuhi kebutuhan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam memberdayakan para narapidana sekaligus menyukseskan agenda prioritas pemerintah pusat.
Proses produksi tempe tersebut dilakukan sepenuhnya oleh para warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus di bidang pengolahan pangan. Dengan standar higienis yang terjaga ketat, produk tempe hasil karya penghuni rutan ini diklaim memiliki kualitas yang bersaing dengan produk di pasar komersial. Selain untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat dalam program MBG, kegiatan manufaktur ini juga menjadi bagian krusial dari program pembinaan kemandirian bagi para narapidana selama masa asimilasi.
Kerja sama ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan rantai pasok tempe dari rutan ke titik distribusi berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara menegaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam proyek skala besar ini bukan sekadar mengejar kuantitas produksi, melainkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi positif bagi negara. Keberhasilan memproduksi lima ton per hari menunjukkan potensi besar lembaga pemasyarakatan sebagai sentra ekonomi produktif.
Para warga binaan yang terlibat aktif dalam lini produksi ini juga mendapatkan premi atau upah sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan produktivitas mereka. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal finansial sekaligus motivasi untuk terus mengasah keterampilan teknis yang bermanfaat setelah bebas nantinya. Laporan mengenai kontribusi produktif warga binaan ini disusun kembali dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.
















