SEMARANG, GLOBALSIAR.COM (03/09/2026) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memberikan tanggapan resmi mengenai dinamika penolakan warga terhadap rencana proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran. Pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk melihat proyek ini secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada potensi dampak negatif yang dikhawatirkan, melainkan juga mempertimbangkan urgensi pemenuhan energi nasional.
Gelombang penolakan dari masyarakat lereng Gunung Ungaran didasari oleh kekhawatiran akan terganggunya ekosistem lingkungan, terutama stabilitas sumber mata air yang menjadi tumpuan hidup warga setempat. Selain masalah air, warga juga menyuarakan keresahan terkait potensi risiko geologis dan kerusakan kawasan hutan yang mungkin timbul akibat aktivitas eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di wilayah tersebut.
Pihak ESDM Jawa Tengah menegaskan bahwa proyek geothermal ini merupakan bagian dari program strategis untuk mempercepat transisi energi menuju sumber daya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemerintah menjamin bahwa seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari studi kelayakan hingga operasional, akan dilakukan dengan standar keamanan tinggi serta pengawasan ketat guna meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Guna mencapai kesepakatan, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan intensitas dialog dan sosialisasi kepada warga agar tercipta pemahaman yang selaras mengenai manfaat jangka panjang proyek ini bagi ketahanan energi di Jawa Tengah. Diharapkan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi terbaik bagi pembangunan daerah tanpa mengabaikan kelestarian alam. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















