Lonjakan 43 Ribu Hotspot di Kotim, DPRD Desak Penanganan Karhutla Masuk Prioritas APBD Dilema Partai Politik: Dukungan Dini Belum Menjamin Keamanan Posisi di Kabinet Pramono Anung Proyeksikan Anggaran Rp 5,07 Triliun untuk Pengadaan 3.782 Bus TransJakarta Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kasus Penganiayaan Santri Hingga Patah Tulang di Pamekasan Indonesia Tegaskan Komitmen Tak Tergoyahkan bagi Kemerdekaan Palestina Rahasia Genetik di Balik Fenomena Kucing Oranye: Mengapa Mayoritas Berjenis Kelamin Jantan?

Headline

Pramono Anung Proyeksikan Anggaran Rp 5,07 Triliun untuk Pengadaan 3.782 Bus TransJakarta

badge-check


					(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA) Perbesar

(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (12 OKTOBER 2026) –  Gubernur DKI Jakarta , Pramono Anung, memaparkan rencana strategis untuk memperkuat infrastruktur transportasi publik di ibu kota melalui penambahan ribuan armada bus baru. Berdasarkan kalkulasi teknis yang disusun, Jakarta diperkirakan memerlukan suntikan dana sebesar Rp 5,07 triliun guna melakukan pengadaan sebanyak 3.782 unit bus TransJakarta tambahan. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah fundamental untuk mengurai kemacetan kronis dengan memperluas jangkauan moda transportasi massal bagi warga.

Pramono menjelaskan bahwa saat ini total armada yang beroperasi di jaringan TransJakarta baru mencapai angka kisaran 4.400 unit. Namun, untuk mewujudkan sistem transportasi yang benar-benar memadai dan mampu melayani seluruh area Jakarta, total populasi bus idealnya harus mencapai minimal 8.000 unit. Selisih kebutuhan armada inilah yang menjadi prioritas pengadaan di masa mendatang guna memastikan ketersediaan sarana transportasi yang handal di berbagai koridor utama maupun rute pengumpan.

Target utama dari penambahan ribuan unit bus tersebut adalah optimalisasi waktu tunggu penumpang atau headway agar konsisten di angka maksimal lima menit. Dengan frekuensi kedatangan bus yang lebih rapat, kenyamanan pengguna diharapkan meningkat drastis sehingga mendorong peralihan perilaku masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum. Hal ini dipandang sebagai solusi paling efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas serta menurunkan polusi udara di lingkungan perkotaan Jakarta.

Alokasi anggaran yang cukup besar tersebut nantinya akan difokuskan pada pengadaan bus dengan standar teknologi terkini guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Selain pemenuhan kuantitas unit, aspek integrasi antar moda juga tetap menjadi poin krusial dalam skema besar pengembangan transportasi terpadu di bawah kepemimpinan yang baru. Laporan komprehensif ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar untuk memberikan perspektif yang akurat bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan 43 Ribu Hotspot di Kotim, DPRD Desak Penanganan Karhutla Masuk Prioritas APBD

12 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Dilema Partai Politik: Dukungan Dini Belum Menjamin Keamanan Posisi di Kabinet

12 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kasus Penganiayaan Santri Hingga Patah Tulang di Pamekasan

12 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Indonesia Tegaskan Komitmen Tak Tergoyahkan bagi Kemerdekaan Palestina

12 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Rahasia Genetik di Balik Fenomena Kucing Oranye: Mengapa Mayoritas Berjenis Kelamin Jantan?

12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Edukasi