Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Momen Keakraban Presiden Prabowo dan PM India di KTT BRICS ke-18

badge-check


					(Tangkapan layar kanal YouTube Sekretariat Presiden ) Perbesar

(Tangkapan layar kanal YouTube Sekretariat Presiden )

KAZAN, GLOBALSIAR.COM (12/09/2026) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang berlangsung di Kazan, Rusia. Kehadiran kepala negara dalam forum internasional bergengsi tersebut menegaskan posisi strategis Indonesia dalam kancah diplomasi global serta komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan blok ekonomi negara-negara berkembang.

Salah satu momen signifikan dalam rangkaian agenda tersebut adalah pertemuan hangat antara Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Keduanya terlihat berjabat tangan erat dan melakukan pembicaraan singkat di sela-sela sesi formal, yang mencerminkan kedekatan hubungan bilateral antara Jakarta dan New Delhi. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat akan upaya penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor produktif antara kedua negara.

Selama berjalannya KTT, Presiden Prabowo dijadwalkan mengikuti berbagai sesi pleno yang membahas isu-isu krusial, mulai dari reformasi arsitektur keuangan global hingga penguatan inklusivitas ekonomi digital. Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini juga bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi baru yang dapat memberikan dampak positif langsung bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas kawasan.

Delegasi Indonesia juga memanfaatkan platform BRICS ini untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang terkait ketahanan pangan dan transisi energi berkelanjutan. Melalui langkah diplomasi ini, pemerintah berharap dapat memperluas jaringan pasar internasional serta menarik investasi asing yang lebih berkualitas ke tanah air. Artikel ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Kehadiran Indonesia di Kazan kali ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menavigasi dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks. Dengan menjalin komunikasi intensif dengan pemimpin dunia lainnya, Indonesia berupaya memastikan bahwa kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah pergeseran kekuatan ekonomi global yang sedang berlangsung saat ini. Seluruh laporan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline