JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (31/10/2026) – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan serius mengenai adanya keberadaan kelompok-kelompok tertentu di dalam negeri yang memiliki agenda tersembunyi untuk memecah belah persatuan bangsa. Beliau menegaskan bahwa stabilitas nasional kini menjadi sasaran pihak yang tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara yang solid dan berdaulat penuh di kancah internasional.
Dalam arahannya, Presiden menyoroti bagaimana upaya adu domba seringkali dilancarkan melalui penyebaran narasi provokatif yang menyasar sentimen suku, agama, dan golongan. Kelompok tersebut dinilai berupaya merusak tatanan sosial dengan menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap institusi negara, yang jika dibiarkan dapat menghambat agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh lintas agama hingga generasi muda, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk hasutan yang berpotensi memicu konflik horizontal. Menurutnya, kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada kerukunan domestik yang kokoh, sehingga segala bentuk upaya disintegrasi harus dihadapi dengan semangat nasionalisme yang tinggi demi menjaga keutuhan wilayah NKRI.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah berkomitmen memperkuat deteksi dini terhadap gerakan-gerakan radikal dan separatis yang mengancam kedaulatan negara. Selain itu, penguatan edukasi mengenai nilai-nilai Pancasila akan terus digencarkan guna membangun imunitas masyarakat terhadap pengaruh ideologi yang merusak.
Presiden juga menekankan bahwa tantangan global yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk tetap bersatu tanpa adanya gangguan internal yang tidak perlu. Beliau memastikan bahwa aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap setiap upaya yang secara nyata ingin mengganggu ketertiban umum dan memecah kesatuan bangsa, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.














