JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (30 SEPTEMBER 2026) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan mandat kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat basis penelitian dalam upaya penanggulangan narkotika di Indonesia. Instruksi ini menekankan pada pengembangan inovasi teknologi yang mampu mendeteksi keberadaan zat terlarang secara cepat dan efisien. Langkah strategis tersebut diambil sebagai respon atas semakin kompleksnya tantangan peredaran gelap narkoba yang mengancam ketahanan nasional dan kualitas generasi mendatang.
Fokus utama dari riset ini mencakup penciptaan alat deteksi narkoba dengan biaya produksi yang terjangkau agar dapat diimplementasikan secara luas di berbagai lapisan masyarakat. Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian teknologi dalam negeri sehingga Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada perangkat impor yang berbiaya tinggi. Dengan tersedianya alat deteksi yang murah namun akurat, pengawasan di area publik, institusi pendidikan, hingga pintu masuk wilayah perbatasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih masif dan sistematis.
Selain pengembangan perangkat keras, BRIN juga diminta untuk mendalami fenomena peredaran narkotika jenis baru, termasuk tren penyalahgunaan cairan rokok elektrik atau vape sebagai media distribusi zat adiktif. Fenomena liquid narkoba ini menjadi perhatian khusus karena modusnya yang cukup samar dan sulit dideteksi dengan metode konvensional. Melalui pendekatan sains, pemerintah berharap dapat memetakan struktur kimia zat-zat baru tersebut guna menyusun protokol pencegahan dan penindakan yang lebih efektif di lapangan.
Implementasi instruksi ini nantinya akan melibatkan kolaborasi erat antara peneliti BRIN dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta berbagai instansi keamanan terkait lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap produk riset memiliki relevansi operasional yang tinggi dan didukung oleh data yang valid untuk penguatan kebijakan publik. Laporan mengenai penguatan riset nasional dalam menghadapi ancaman narkotika ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












