JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (19 SEPTEMBER 2026) – Kementerian Keuangan memberikan penegasan resmi terkait proses pengalihan saham dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikenal sebagai Whoosh. Pemerintah menjamin bahwa langkah restrukturisasi kepemilikan saham dalam konsorsium tersebut dilakukan murni melalui mekanisme korporasi dan sama sekali tidak melibatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perubahan komposisi pemegang saham ini merupakan bagian dari strategi penguatan struktur manajemen operasional layanan transportasi modern tersebut. Dalam prosesnya, pengalihan porsi kepemilikan dilakukan secara internal di lingkup Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memastikan keberlanjutan operasional Whoosh tanpa harus bergantung pada suntikan dana segar dari pemerintah pusat.
Otoritas keuangan menjelaskan bahwa pendanaan yang digunakan dalam transaksi ini bersumber dari kapasitas internal perusahaan terkait serta skema pembiayaan komersial yang telah direncanakan secara matang. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan untuk menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah pengembangan infrastruktur strategis.
Dengan adanya kepastian ini, dinamika bisnis yang terjadi di dalam tubuh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diharapkan tetap berjalan produktif demi meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat luas. Transaksi antar-entitas negara ini dirancang untuk menciptakan kemandirian finansial bagi proyek transportasi massal tersebut, sebagaimana laporan ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.












