PONTIANAK, GLOBALSIAR.COM (2 SEPTEMBER 2026) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah antisipatif yang serius dalam menghadapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah tersebut. Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, telah menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan untuk menyiagakan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) selama 24 jam penuh guna melayani warga yang terdampak gangguan pernapasan secara cepat dan tepat.
Selain pengoperasian fasilitas kesehatan dasar secara nonstop, pemerintah daerah juga kembali menyiapkan unit khusus berupa Rumah Oksigen di berbagai lokasi strategis. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan bantuan medis darurat, terutama bagi masyarakat yang mengalami sesak napas akut akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian pekat dalam beberapa hari terakhir.
Langkah ini diambil menyusul pemantauan indeks standar pencemaran udara yang mulai menunjukkan kategori tidak sehat di sejumlah titik di Kalimantan Barat. Dinas Kesehatan setempat diminta memastikan ketersediaan stok obat-obatan serta alat bantu pernapasan tetap mencukupi guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang biasa terjadi saat musim kemarau dan karhutla.
Warga juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta wajib menggunakan masker jika harus beraktivitas di area terbuka. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan publik di tengah tantangan lingkungan yang ada, sebagaimana dilaporkan kembali oleh GlobalSiar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau titik panas dan mempercepat penanggulangan kebakaran lahan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas ke wilayah pemukiman padat penduduk. Laporan ini disusun dan disajikan kembali sebagai bentuk informasi publik oleh GlobalSiar.
















