Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Headline

Dampak Karhutla Memburuk, Kasus ISPA di Kalimantan Timur Melonjak Hingga 9.499 Jiwa

badge-check


					(Pandawa Borniat/kompas.com) Perbesar

(Pandawa Borniat/kompas.com)

SAMARINDA, GLOBALSIAR.COM (03/09/2026) – Kondisi kualitas udara di Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami penurunan signifikan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas. Berdasarkan data terbaru, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut kini telah menembus angka 9.499 kasus, seiring dengan semakin pekatnya asap yang menyelimuti sejumlah kabupaten dan kota.

Dinas Kesehatan setempat mengungkapkan bahwa lonjakan pasien ISPA ini terjadi secara merata, namun konsentrasi kasus tertinggi ditemukan pada wilayah yang paling dekat dengan titik-titik api aktif. Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak balita dan lanjut usia, dilaporkan paling banyak mengeluhkan gangguan pernapasan serta iritasi pada mata dan tenggorokan akibat paparan partikel debu sisa pembakaran.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menginstruksikan percepatan penanganan di setiap fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, untuk memastikan ketersediaan pasokan oksigen dan obat-obatan mencukupi. Warga juga diimbau secara tegas untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker berstandar medis apabila harus keluar rumah demi meminimalisir risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pemadaman di area lahan gambut yang sulit dijangkau untuk menekan produksi asap di sumbernya. Pengawasan terhadap kesehatan masyarakat akan terus dilakukan secara intensif selama masa tanggap darurat karhutla ini berlangsung, laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Kenaikan angka kasus ISPA ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla di masa mendatang agar dampak lingkungan dan kesehatan publik tidak semakin parah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline