Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Dampak Karhutla Memburuk, Kasus ISPA di Kalimantan Timur Melonjak Hingga 9.499 Jiwa

badge-check


					(Pandawa Borniat/kompas.com) Perbesar

(Pandawa Borniat/kompas.com)

SAMARINDA, GLOBALSIAR.COM (03/09/2026) – Kondisi kualitas udara di Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami penurunan signifikan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas. Berdasarkan data terbaru, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut kini telah menembus angka 9.499 kasus, seiring dengan semakin pekatnya asap yang menyelimuti sejumlah kabupaten dan kota.

Dinas Kesehatan setempat mengungkapkan bahwa lonjakan pasien ISPA ini terjadi secara merata, namun konsentrasi kasus tertinggi ditemukan pada wilayah yang paling dekat dengan titik-titik api aktif. Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak balita dan lanjut usia, dilaporkan paling banyak mengeluhkan gangguan pernapasan serta iritasi pada mata dan tenggorokan akibat paparan partikel debu sisa pembakaran.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menginstruksikan percepatan penanganan di setiap fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, untuk memastikan ketersediaan pasokan oksigen dan obat-obatan mencukupi. Warga juga diimbau secara tegas untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker berstandar medis apabila harus keluar rumah demi meminimalisir risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pemadaman di area lahan gambut yang sulit dijangkau untuk menekan produksi asap di sumbernya. Pengawasan terhadap kesehatan masyarakat akan terus dilakukan secara intensif selama masa tanggap darurat karhutla ini berlangsung, laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Kenaikan angka kasus ISPA ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla di masa mendatang agar dampak lingkungan dan kesehatan publik tidak semakin parah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis