Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa Gagal Diselundupkan! 544 Kg Merkuri Disamarkan Jadi Onderdil, Kerugian Negara Rp 1,5 M Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status Menkeu Buka Suara: PPh Final UMKM 0,5 Persen Tetap untuk Usaha Kecil, yang Kaya Jangan Ikut-ikutan Hoaks atau Fakta? Kejati Jabar Pastikan Wabup Indramayu Belum Jadi Tersangka, Kasih Masih Penyidikan

Peristiwa & Tragedi

Darurat Peluru Nyasar! Mahasiswa UNP Tumbang Saat Rayakan Kelulusan, Kampus Layangkan Surat ke Menpolhukam

badge-check


					Darurat Peluru Nyasar! Mahasiswa UNP Tumbang Saat Rayakan Kelulusan, Kampus Layangkan Surat ke Menpolhukam Perbesar

GlobalSiar.com – Lagi-lagi peluru nyasar menyerang kawasan Universitas Negeri Padang (UNP). Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswa. Ia sedang berswafoto merayakan kelulusan ujian. Tiba-tiba, peluru nyasar menghantamnya. Korban langsung tumbang.

Insiden ini bukan pertama kalinya. Senior Eksekutif UNP, Profesor Ganefri, mengungkapkan kekesalannya. Semasa ia menjabat sebagai rektor (2016-2024), kejadian serupa sudah terjadi lebih dari dua kali. Bahkan, pernah ada kaca di dekat ruangan rektor pecah. Proyektil peluru ditemukan di dalam ruangan.

UNP Tagih Janji Lama dari Pimpinan TNI

Ganefri menagih janji pimpinan TNI. Ia meminta evaluasi total terhadap keberadaan lapangan tembak di sekitar area kampus dan pemukiman warga. Menurutnya, pergantian pejabat di tingkat Korem tidak menyelesaikan masalah. Begitu pejabat baru, mereka lupa dengan kejadian lama.

“Sudah berapa kali kejadian, kami terus mengevaluasi. Tukar Danrem, sudah lupa lagi. Ini janji Panglima, jangan sampai lupa kalau ditinggal begitu saja,” tegas Ganefri melalui sambungan telepon.

Evaluasi Total dan Surat ke Menpolhukam

UNP tidak tinggal diam. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap lokasi latihan menembak. Pihak rektorat sudah melayangkan surat resmi. Tujuannya? Kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam). Langkah ini diambil agar ada tindakan tegas dan konkret. Keselamatan civitas akademika UNP harus terjamin.

Peluru Nyasar: Ancaman Berulang yang Tak Kunjung Usai

Kasus peluru nyasar di sekitar kampus UNP sudah berulang kali terjadi. Namun, hingga kini belum ada solusi permanen. Setiap kejadian, muncul janji evaluasi. Namun, janji itu sirna seiring pergantian pejabat.

Publik menanti langkah nyata dari TNI dan pemerintah. Jangan sampai ada korban jiwa berikutnya. Evaluasi total dan relokasi lapangan tembak mungkin menjadi solusi terbaik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa

8 Juni 2026 - 13:03 WIB

Ilustrasi tempat mengaji atau TPQ di Desa Perdana, Kukar, Kalimantan Timur, tempat dugaan pelecehan seksual terhadap 11 anak terjadi

Gagal Diselundupkan! 544 Kg Merkuri Disamarkan Jadi Onderdil, Kerugian Negara Rp 1,5 M

8 Juni 2026 - 12:59 WIB

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menunjukkan barang bukti 42 jeriken berisi merkuri hasil penyelundupan di Pelabuhan Tanjung Priok

Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus

8 Juni 2026 - 12:51 WIB

Petugas Dinas Lingkungan Hidup membersihkan tumpukan sampah di Muara Angke, Jakarta Utara, yang masih tersisa meskipun sudah mengecil

Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status

8 Juni 2026 - 12:21 WIB

Ilustrasi peringatan tsunami di pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang dicabut BMKG setelah tsunami kecil setinggi 20 cm terpantau di Biduk-biduk

Menkeu Buka Suara: PPh Final UMKM 0,5 Persen Tetap untuk Usaha Kecil, yang Kaya Jangan Ikut-ikutan

8 Juni 2026 - 11:59 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa menjelaskan kebijakan PPh final UMKM 0,5 persen bukan untuk menekan UMKM
Trending di Ekonomi & Bisnis