GlobalSiar.com – Lagi-lagi peluru nyasar menyerang kawasan Universitas Negeri Padang (UNP). Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswa. Ia sedang berswafoto merayakan kelulusan ujian. Tiba-tiba, peluru nyasar menghantamnya. Korban langsung tumbang.
Insiden ini bukan pertama kalinya. Senior Eksekutif UNP, Profesor Ganefri, mengungkapkan kekesalannya. Semasa ia menjabat sebagai rektor (2016-2024), kejadian serupa sudah terjadi lebih dari dua kali. Bahkan, pernah ada kaca di dekat ruangan rektor pecah. Proyektil peluru ditemukan di dalam ruangan.
UNP Tagih Janji Lama dari Pimpinan TNI
Ganefri menagih janji pimpinan TNI. Ia meminta evaluasi total terhadap keberadaan lapangan tembak di sekitar area kampus dan pemukiman warga. Menurutnya, pergantian pejabat di tingkat Korem tidak menyelesaikan masalah. Begitu pejabat baru, mereka lupa dengan kejadian lama.
“Sudah berapa kali kejadian, kami terus mengevaluasi. Tukar Danrem, sudah lupa lagi. Ini janji Panglima, jangan sampai lupa kalau ditinggal begitu saja,” tegas Ganefri melalui sambungan telepon.
Evaluasi Total dan Surat ke Menpolhukam
UNP tidak tinggal diam. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap lokasi latihan menembak. Pihak rektorat sudah melayangkan surat resmi. Tujuannya? Kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam). Langkah ini diambil agar ada tindakan tegas dan konkret. Keselamatan civitas akademika UNP harus terjamin.
Peluru Nyasar: Ancaman Berulang yang Tak Kunjung Usai
Kasus peluru nyasar di sekitar kampus UNP sudah berulang kali terjadi. Namun, hingga kini belum ada solusi permanen. Setiap kejadian, muncul janji evaluasi. Namun, janji itu sirna seiring pergantian pejabat.
Publik menanti langkah nyata dari TNI dan pemerintah. Jangan sampai ada korban jiwa berikutnya. Evaluasi total dan relokasi lapangan tembak mungkin menjadi solusi terbaik.










