JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (22 OKTOBER 2026) – Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi telah mengembalikan dana sebesar Rp 160 miliar ke kas negara dari total alokasi anggaran sebesar Rp 196 miliar untuk periode tahun 2024. Keputusan pengembalian dana ini dilakukan setelah lembaga tersebut melakukan tinjauan mendalam terhadap sisa anggaran yang tidak terserap hingga menjelang akhir tahun anggaran berjalan.
Dari total anggaran yang disediakan, BGN hanya menggunakan sekitar Rp 36 miliar untuk membiayai operasional tahap awal di kantor pusat. Dana tersebut dialokasikan secara spesifik untuk pengadaan sarana prasarana perkantoran, pembiayaan administrasi, serta pembayaran gaji bagi pegawai yang telah mulai bertugas sejak badan ini dibentuk secara resmi oleh pemerintah demi mendukung percepatan program nasional.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa program utama Makan Bergizi Gratis baru akan dilaksanakan secara penuh mulai Januari 2025 mendatang. Mengingat pembentukan badan ini baru dilakukan di penghujung tahun 2024, penyerapan anggaran untuk pelaksanaan program di lapangan belum memungkinkan untuk dilakukan secara optimal pada tahun ini, sehingga pengembalian sisa dana ke kas negara menjadi langkah akuntabel yang paling tepat.
Langkah ini mencerminkan komitmen Badan Gizi Nasional dalam menjaga integritas fiskal dan transparansi penggunaan keuangan negara demi efektivitas pembangunan nasional. Saat ini, fokus lembaga sepenuhnya diarahkan pada penguatan infrastruktur organisasi untuk menyambut peluncuran program gizi besar-besaran di tahun depan, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.













