Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Jumlah Korban Keracunan Makan Bergizi di Batang Tembus 498 Orang

badge-check


					(Dok Polres Batang) Perbesar

(Dok Polres Batang)

BATANG, GLOBALSIAR.COM (25/09/2026) – Angka korban yang diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu dalam program uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan terus mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data terbaru hingga Jumat siang, jumlah siswa yang harus mendapatkan penanganan medis telah mencapai 498 orang, tersebar dari berbagai tingkat satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Para siswa yang terdampak dilaporkan mengeluhkan gejala klinis yang serupa, mulai dari rasa mual, muntah-muntah, pusing, hingga kondisi badan yang mendadak lemas tak lama setelah mengonsumsi paket makanan tersebut. Situasi ini memicu kesiagaan penuh di berbagai fasilitas kesehatan setempat guna memberikan pertolongan pertama bagi para korban agar dampak buruk dari insiden ini dapat segera diminimalisir.

Saat ini, ratusan korban tersebut telah dievakuasi dan menjalani perawatan intensif di beberapa lokasi, di antaranya RSUD Batang, RSUD Limpung, serta sejumlah Puskesmas terdekat yang sanggup menampung pasien dalam jumlah besar. Tim medis bekerja ekstra keras untuk menstabilkan kondisi para siswa, sementara pihak berwenang terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan dari pengawasan medis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang bersama pihak kepolisian kini sedang melakukan investigasi mendalam dengan mengamankan sampel makanan dari pihak katering penyedia untuk diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan berbahaya di dalamnya. Pemerintah daerah juga telah menghentikan sementara jalannya program uji coba ini sebagai langkah preventif demi menjamin keselamatan publik, sebagaimana yang dilaporkan kembali oleh redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline