Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Pendidikan

Puluhan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


					(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA) Perbesar

(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)

SIDOARJO, GLOBALSIAR.COM (2 SEPTEMBER 2026) – Insiden keracunan massal melanda sebuah pondok pesantren di Sidoarjo setelah para santri mengonsumsi paket dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 35 santri tambahan dilaporkan harus segera dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang memburuk secara mendadak. Penambahan jumlah pasien ini meningkatkan total korban secara signifikan dari data yang dilaporkan sebelumnya oleh otoritas kesehatan setempat.

Para santri yang terdampak menunjukkan gejala medis serupa seperti mual, muntah yang intens, serta pusing hebat beberapa jam setelah menyantap menu makanan yang disediakan dalam program tersebut. Tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan beberapa fasilitas kesehatan di Sidoarjo terus bersiaga memberikan penanganan intensif bagi para korban agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Fokus utama tenaga medis saat ini adalah stabilisasi kondisi cairan para santri yang masih dalam perawatan.

Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama aparat kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam. Investigasi kini difokuskan pada rantai proses pengolahan serta distribusi makanan guna menemukan sumber kontaminasi yang memicu reaksi keracunan. Penyelidikan ini sangat krusial untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dalam prosedur sanitasi atau faktor eksternal lainnya yang menjadi penyebab utama.

Meskipun situasi berangsur terkendali, pengawasan terhadap program distribusi makanan di lingkungan institusi pendidikan kini diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Pihak berwenang berkomitmen untuk memberikan keterangan transparan kepada publik segera setelah hasil resmi uji laboratorium dirilis. Laporan terkait perkembangan kondisi kesehatan santri ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis